Ranah

Yogyakarta Larang Bus Wisata Lintasi Titik Nol Kilometer

185
×

Yogyakarta Larang Bus Wisata Lintasi Titik Nol Kilometer

Sebarkan artikel ini
yogyakarta-mulai-larang-bus-wisata-lintasi-titik-nol
Yogyakarta Mulai Larang Bus Wisata Lintasi Titik Nol

Yogyakarta – Upaya mengurai kemacetan di jantung Kota Yogyakarta memasuki babak baru. Pemerintah Kota Yogyakarta resmi melarang bus wisata melintas di kawasan Titik Nol Kilometer mulai Sabtu, 14 Maret 2026.

Kebijakan ini juga mencakup larangan parkir bus wisata di Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati, yang berlokasi di seberang Taman Pintar.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menata kawasan semi pedestrian dan meningkatkan kebersihan.

“Selama ini menjadi kendala di pusat kota,” ungkap Hasto, Kamis (12/3/2026).

Sebagai solusi alternatif, Pemkot Yogyakarta menyiapkan pengalihan arus dan lokasi parkir baru. Bus wisata akan diarahkan menuju Parkir Ngabean dan eks Menara Kopi Kotabaru.

Bus dari arah timur akan dialihkan ke utara (eks Menara Kopi Kotabaru) atau selatan (Ngabean) di simpang Gondomanan. Sementara itu, bus dari arah barat (Jalan Wates) akan langsung diarahkan ke Ngabean.

Hasto menegaskan bahwa larangan ini tidak berlaku untuk kendaraan pribadi roda empat, yang tetap diperbolehkan parkir di area Senopati.

Penataan kerapian kawasan, termasuk penertiban pedagang dan pengelolaan sampah, menjadi fokus utama dalam implementasi kebijakan ini.

Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi lonjakan wisatawan saat libur Lebaran. Akses masuk ke Malioboro akan dibatasi, dengan Jalan Mataram sebagai satu-satunya pintu masuk.

“Malioboro saat libur Lebaran ini hanya bisa dimasuki dari Jalan Mataram supaya tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berlebihan,” jelas Hasto.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Jogja, AKP Alvian Hidayat, optimistis bahwa kebijakan ini akan memberikan dampak signifikan dalam mengurangi kemacetan.

“Kawasan Titik Nol Kilometer akan semakin ringan bebannya, karena tidak ada kendaraan besar yang melintas,” pungkasnya.