Padang – Realisasi penyaluran dana zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS PT Semen Padang menembus angka Rp2,74 miliar hingga Mei 2026.
Manajemen perusahaan memuji konsistensi lembaga tersebut dalam menyalurkan bantuan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pengelolaan zakat yang profesional ini dipandang sebagai instrumen vital dalam mendorong akselerasi pembangunan sosial dan ekonomi di Sumatera Barat.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan efektivitas pengelolaan zakat yang sistematis dan amanah.
Dana tersebut disalurkan untuk memperkuat penanggulangan kemiskinan, terutama melalui perluasan akses layanan kesehatan dan dukungan pendidikan.
“Pengelolaan zakat yang baik memiliki peran strategis untuk membangun kemandirian ekonomi serta memperkuat fondasi pendidikan masyarakat bawah,” ungkap Win Bernadino.
Strategi perusahaan kini berfokus pada pemberdayaan ekonomi guna mengonversi status penerima bantuan (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzaki) di masa depan.
Setiap bantuan modal usaha juga dibarengi dengan pendampingan intensif mengenai teknis akuntansi dan pemasaran untuk meminimalisir risiko kegagalan bisnis.
UPZ BAZNAS Semen Padang secara resmi menjalankan operasionalnya dengan menyasar kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Seluruh dana zakat yang dihimpun berasal dari pemotongan penghasilan jajaran direksi serta karyawan PT Semen Padang.
Ekosistem pengumpulan dana ini semakin kokoh berkat partisipasi aktif karyawan APLP, perusahaan afiliasi, hingga staf di lingkungan holding PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
Perusahaan menargetkan penguatan sinergi berkelanjutan agar jangkauan manfaat zakat korporasi mampu menyentuh lapisan masyarakat yang lebih luas.






