Padang – Sebanyak 300 relawan Gerakan Kebajikan Pancasila mengasah kapasitas ideologis mereka melalui pembekalan intensif di UPT Asrama Haji Embarkasi Padang, Senin (6/7/2026).
Kolaborasi antara Komisi XIII DPR RI dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini menjadi upaya strategis dalam membumikan nilai-nilai negara agar lebih aplikatif di tengah masyarakat.
Anggota Komisi XIII DPR RI, M. Shadiq Pasadigoe, menekankan bahwa pendidikan Pancasila wajib melampaui sebatas wacana akademik.
Ia mendorong para relawan menjadikan nilai luhur tersebut sebagai kendali diri yang nyata dalam setiap perilaku keseharian.
Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP RI, Adhianti, menuntut para relawan bertransformasi menjadi agen perubahan yang konkret dalam kehidupan bernegara.
Setiap pengambilan keputusan dan aktivitas rutin warga harus mencerminkan pengamalan butir-butir Pancasila, tegasnya.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyoroti pentingnya pemahaman sejarah perjuangan bangsa sebagai fondasi utama pengokohan ideologi.
Komitmen terhadap Pancasila menjadi kunci dalam merawat harmoni, keadilan, dan persatuan di tengah derasnya dinamika zaman.
Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria, mengajak masyarakat menginternalisasi Pancasila ke dalam hati nurani.
Nilai-nilai luhur bangsa tidak boleh lagi dipandang sebagai entitas yang sakral dan jauh, melainkan harus menyatu sebagai napas kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini dipungkasi dengan penyerahan plakat sebagai penanda apresiasi atas sinergitas lintas lembaga dalam memperkuat fondasi ideologi bangsa.






