Lubuk Basung – Bupati Agam, Benni Warlis, menginstruksikan seluruh jajaran aparatur pemerintah daerah untuk mengintegrasikan enam prinsip keislaman ke dalam etos kerja serta pelayanan publik.
Arahan strategis tersebut disampaikan Benni dalam forum pengajian mingguan di Rumah Dinas Bupati Agam pada Senin (6/7).
Kegiatan yang dihadiri oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini diawali dengan tadarus Al-Qur’an dan pelaksanaan salat Isya berjamaah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri, membuka sesi tausiyah dengan menekankan hakikat manusia sebagai musafir yang tengah mengumpulkan bekal iman, ilmu, dan amal saleh.
Menanggapi pesan tersebut, Benni Warlis menjabarkan enam prinsip dasar sebagai panduan komprehensif untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Tauhid ditempatkan sebagai prinsip pertama yang memosisikan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam setiap kebijakan serta tindakan untuk menghindari segala bentuk kesyirikan.
Prinsip kedua menuntut aparatur meneladani sifat malaikat melalui kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab penuh dalam mengemban amanah jabatan.
Pemanfaatan Al-Qur’an sebagai kompas kehidupan menjadi poin berikutnya yang wajib diimplementasikan dalam setiap aspek keseharian.
Selain itu, Benni mendorong jajarannya mengadopsi sifat shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah guna meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Karakteristik terpuji tersebut dinilai sebagai fondasi krusial bagi setiap pejabat dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai keislaman tidak boleh sekadar menjadi teori, melainkan harus bertransformasi menjadi perilaku nyata di lingkungan kerja maupun lingkup keluarga.
Penerapan prinsip-prinsip ini diyakini mampu menjamin keselamatan serta keberkahan bagi aparatur, baik selama bertugas di dunia maupun saat menghadap Sang Pencipta kelak.






