Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengalokasikan dana segar senilai Rp195,1 miliar guna menggenjot perbaikan serta pembangunan infrastruktur sumber daya air di berbagai daerah.
Suntikan modal ini bersumber dari tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 yang memiliki total pagu sebesar Rp534,98 miliar.
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Sumatera Barat memikul tanggung jawab besar untuk mengeksekusi 75 kegiatan fisik yang telah direncanakan.
Kepala Dinas SDABK Sumatera Barat, Rifda Suriani, menyatakan bahwa pemanfaatan dana difokuskan pada proyek-proyek strategis dan penanganan kondisi darurat.
“Anggaran ini kita arahkan untuk mendukung infrastruktur sumber daya air yang memang dibutuhkan, baik untuk pengendalian dan pengamanan sungai maupun untuk menjaga fungsi jaringan irigasi,” ujar Rifda di Padang, Senin (10/8/2026).
Pembangunan tanggul sungai, pengamanan pesisir pantai, serta rehabilitasi jaringan irigasi pascabencana menjadi prioritas utama dalam alokasi anggaran ini.
Sebagian besar dana sebesar Rp115,34 miliar difokuskan untuk penanganan sektor sungai dan pengamanan pantai.
Sektor irigasi mendapatkan jatah anggaran senilai Rp49,60 miliar yang diperuntukkan bagi perbaikan bendung serta rehabilitasi jaringan permukaan.
Beberapa lokasi krusial yang menjadi sasaran perbaikan meliputi Irigasi Ladang Laweh di Padang Pariaman, Irigasi Batang Sianok di Agam, serta Irigasi Bdr. Panjang Salayo di Solok.
Proses pengadaan barang dan jasa saat ini tengah digenjot secara transparan melalui sistem E-Katalog.
Hingga 5 Agustus 2026, sebanyak 13 kegiatan fisik telah resmi mengantongi kontrak kerja sama.
Sementara itu, puluhan kegiatan lainnya masih dalam fase evaluasi dokumen dan persiapan perencanaan teknis.
“Kita terus mendorong agar seluruh proses pengadaan berjalan sesuai ketentuan sehingga kegiatan dapat segera dilaksanakan,” tegas Rifda.
Pihak pemprov berkomitmen penuh untuk mengawal ketat penggunaan anggaran demi memastikan dampak positif bagi sektor pertanian dan perlindungan infrastruktur masyarakat.






