KomunitasPemerintahanRanah

Pemprov Sumbar Gelar Festival Literasi 2026, Dorong Masyarakat Ciptakan Karya Berbasis Alam

59
×

Pemprov Sumbar Gelar Festival Literasi 2026, Dorong Masyarakat Ciptakan Karya Berbasis Alam

Sebarkan artikel ini
gubernur-buka-festival-literasi-sumbar-2026,-dorong-literasi-jadi-gerakan-menjaga-alam-dan-budaya
Gubernur Buka Festival Literasi Sumbar 2026, Dorong Literasi Jadi Gerakan Menjaga Alam dan Budaya

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi menghelat Festival Literasi Daerah 2026 guna mengukuhkan budaya membaca sekaligus menanamkan kesadaran pelestarian alam serta kearifan lokal.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, membuka langsung rangkaian acara yang digagas Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumbar pada Selasa (8/9/2026).

Mahyeldi menegaskan bahwa literasi melampaui sekadar aktivitas membaca dan menulis, melainkan menuntut kemampuan mendalam dalam memahami, menganalisis, serta mengolah informasi secara tepat.

“Literasi itu bukan hanya membaca, tetapi mampu memahami, perlu penghayatan terhadap apa yang dibaca, kemudian mengolah dan menggunakan informasi yang didapatkan,” ujar Mahyeldi.

Ia mengaitkan tradisi literasi Minangkabau dengan falsafah “Alam takambang jadi guru” yang mengajarkan masyarakat untuk peka dalam membaca tanda-tanda alam.

Sinergi antara ayat-ayat qauliyah dan kauniyah menjadi kunci utama bagi masyarakat dalam menjaga warisan kekayaan alam serta budaya agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

Generasi muda kini didorong untuk beralih peran dari sekadar konsumen informasi menjadi kreator karya yang mampu mempromosikan identitas daerah di ruang digital.

Bunda Literasi Provinsi Sumbar, Harnely Mahyeldi, menekankan urgensi literasi digital agar masyarakat memiliki kemampuan memilah informasi secara kritis dan bertanggung jawab.

“Digitalisasi jangan menjadi penghambat kemajuan, kita harapkan digital justru menambah semangat anak-anak untuk berilmu pengetahuan dan mengembangkan kemampuan literasinya,” tutur Harnely.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumbar, Jumaidi, menyebut festival ini sebagai langkah strategis untuk memperkokoh ekosistem literasi melalui kolaborasi lintas sektor.

Data GoodStats dan BPS tahun 2025 menempatkan Sumatera Barat sebagai provinsi dengan tingkat kunjungan perpustakaan tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 17,75 persen.

Tren positif ini tercermin dari peningkatan kunjungan fisik ke perpustakaan daerah, dari 60.693 kunjungan pada 2024 menjadi sekitar 67.000 kunjungan pada 2025.

Selama tiga hari penyelenggaraan, festival ini menyajikan beragam agenda mulai dari bimbingan teknis kepenulisan, pameran naskah kuno, hingga bazar buku dan UMKM.

Pengunjung juga dapat memanfaatkan berbagai layanan publik di lokasi acara, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, serta pengurusan administrasi kependudukan.

Pemerintah provinsi berharap semangat literasi ini terus bersemi di lingkungan keluarga, sekolah, hingga komunitas sebagai fondasi utama membangun generasi yang berpengetahuan dan berbudaya.