Solok – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Daswippetra Dt Mjj Alam, menyalurkan 20 ribu masker guna melindungi warga dari ancaman kabut asap yang menyelimuti wilayah Solok.
Bantuan tersebut didistribusikan dalam dua tahap, dengan alokasi masing-masing 10 ribu masker untuk masyarakat umum dan lingkungan sekolah.
Langkah sigap ini diambil sebagai upaya preventif menjaga kesehatan warga yang terpaksa beraktivitas di tengah buruknya kualitas udara.
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan terkait dampak musim kemarau yang memicu sebaran asap berbahaya bagi kesehatan dan transportasi.
Kondisi udara yang kian memburuk bahkan memaksa Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menerapkan kebijakan belajar dari rumah bagi siswa PAUD hingga SMP sejak 17 September 2026.
Daswippetra menilai aksi nyata ini merupakan bentuk tanggung jawab moral wakil rakyat dalam merespons kesulitan masyarakat di lapangan.
“Kita melihat sendiri bagaimana kabut asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat, karena itu saya terpanggil untuk melakukan sesuatu yang bisa langsung membantu,” tegasnya.
Meski menyadari masker bukan solusi permanen, ia menekankan pentingnya perlindungan kesehatan bagi generasi muda di tengah situasi darurat polusi.
“Anak-anak kita harus tetap belajar, tetapi kesehatan mereka jangan sampai dikorbankan,” tambahnya.
Politisi ini menegaskan bahwa peran legislator harus melampaui sekadar menampung aspirasi dengan menghadirkan solusi konkret bagi konstituen.
Masyarakat kini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi kegiatan luar ruangan, serta disiplin mengenakan masker.
Daswippetra mendesak pemerintah daerah agar terus memantau situasi dan segera mengambil langkah strategis untuk meminimalisir dampak kesehatan jangka panjang bagi warga.






