Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kini membidik perluasan kemitraan strategis dengan Provinsi Jeonbuk, Korea Selatan, ke ranah yang lebih luas dari sekadar pertukaran budaya.
Cakupan kerja sama tersebut kini merambah sektor pariwisata, pendidikan, ekonomi kreatif, hingga pengembangan kapasitas generasi muda.
Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Sumatera Barat, Ezeddin Zain, menyampaikan komitmen tersebut saat menjamu delegasi Jeonbuk di Auditorium Istana Gubernur, Jumat (18/9/2026).
Ezeddin memandang kebudayaan sebagai instrumen diplomasi paling efektif untuk mempererat pemahaman antarwilayah di era globalisasi.
“Promosi Budaya Asia 2026 menjadi momentum emas untuk memperkenalkan kekayaan tradisi masing-masing sekaligus membuka ruang interaksi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Ezeddin.
Ia menekankan bahwa filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga identitas Minangkabau di tengah arus modernisasi.
Hubungan diplomatik kedua daerah ini telah dirintis sejak penandatanganan Letter of Intent (LoI) Sister Province di Istana Basa Pagaruyung pada 16 Februari 2023.
Kemitraan tersebut semakin solid pasca penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MoU) di Jeonbuk pada 25 Oktober 2025.
Keberhasilan kolaborasi ini tercermin nyata melalui program Saemangeum Hangeul Hakdang Indonesia (SHHI) di SMKN 2 Padang.
Program tersebut telah sukses melatih lebih dari 300 peserta yang terdiri dari pelajar, tenaga pendidik, hingga aparatur sipil negara selama tiga periode berjalan.
Direktur Foreigner and International Policy Affairs Provinsi Jeonbuk, Kim Munkang, menyambut hangat ajakan untuk meningkatkan intensitas hubungan bilateral tersebut.
“Malam ini bukan sekadar sambutan, melainkan awal baru bagi kita untuk saling memahami dan membangun kerja sama yang lebih erat di masa depan,” tegas Kim Munkang.
Ia optimistis sinergi antara Jeonbuk dan Sumatera Barat akan terus berkembang secara progresif di berbagai sektor strategis.
Malam keakraban tersebut ditutup dengan pertunjukan seni lintas negara yang memadukan alunan musik saluang, demonstrasi Taekwondo, serta seni vokal Pansori.






