Ranah

Kredivo Edukasi Literasi Keuangan Generasi Muda Ambon Lewat Generasi Djempolan

39
×

Kredivo Edukasi Literasi Keuangan Generasi Muda Ambon Lewat Generasi Djempolan

Sebarkan artikel ini

Ambon – Pembiayaan buy now pay later (BNPL) di Indonesia mencatatkan lonjakan signifikan dengan nilai transaksi menembus Rp31,56 triliun per Juli 2026.

Pertumbuhan pesat ini mendorong urgensi penguatan literasi keuangan, terutama bagi generasi muda di kawasan Indonesia Timur.

Kredivo merespons tantangan tersebut dengan menghadirkan program edukasi finansial “Generasi Djempolan” di Ambon, Maluku.

Inisiatif ini menjadi langkah strategis perusahaan setelah sebelumnya menyasar wilayah Kupang dan Makassar.

Pemilihan waktu kegiatan di Ambon sengaja diselaraskan dengan momentum Bulan Inklusi Keuangan yang jatuh setiap Oktober.

Chief Marketing Officer Kredivo, Indina Andamari, menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi fundamental sebelum masyarakat memanfaatkan layanan digital.

Kawasan Indonesia Timur dipandang memiliki potensi ekonomi digital yang besar seiring dengan pertumbuhan populasi mudanya.

Program yang menyasar mahasiswa Universitas Pattimura ini mengusung tema “Jago Atur Keuangan, Siap Hadapi Masa Depan”.

Peserta dibekali tiga prinsip utama, yakni menentukan prioritas pengeluaran, memahami nilai belanja, serta kecakapan mengelola teknologi sekaligus keuangan.

Data Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo bersama LD FEB UI menunjukkan 65,7% pengguna Kredivo telah memiliki literasi keuangan yang baik.

Rasio utang terhadap pendapatan para pengguna tersebut pun berada dalam batas aman, yakni di kisaran 10-19%.

Secara nasional, jumlah rekening BNPL telah mencapai 33,55 juta akun atau tumbuh 33,54% secara tahunan per Juli 2026.

Mayoritas pengguna layanan ini adalah generasi muda yang memanfaatkan fasilitas tersebut untuk kebutuhan sehari-hari maupun kondisi mendesak.

Tren penggunaan layanan keuangan digital di Ambon sendiri menunjukkan peningkatan pesat dengan jumlah pengguna aktif naik 4,5 kali lipat sepanjang 2022 hingga 2025.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura, Evelin Watumlawar, menyoroti pentingnya sikap bijak dalam menghadapi gaya hidup YOLO maupun FOMO.

Evelin menekankan bahwa akses keuangan digital yang luas harus dibarengi dengan pengendalian diri yang kuat agar tidak menjadi beban di kemudian hari.

Edukasi berkelanjutan ini diharapkan mampu mencetak konsumen digital yang cerdas, bertanggung jawab, dan memiliki perencanaan keuangan matang.