Tanah Datar – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terbukti menjadi solusi krusial bagi Amenoliza, seorang guru SMA Negeri 1 Batusangkar, dalam menanggung biaya persalinan caesar yang berisiko tinggi.
Diagnosis medis terkait riwayat hipertensi sempat memicu kecemasan mendalam bagi Liza mengenai besarnya beban finansial yang harus ditanggung.
“Menjadi peserta JKN sangat membantu meringankan beban saya,” tegas Liza saat mengenang momen kritis tersebut.
Tekanan psikologis sempat menghampirinya ketika ia harus menerima rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama menuju rumah sakit.
Seluruh rangkaian prosedur medis, mulai dari pemeriksaan USG, tindakan operasi, hingga masa pemulihan pasca-persalinan, akhirnya tertanggung sepenuhnya oleh program JKN.
Liza telah merasakan manfaat nyata layanan ini sejak kelahiran anak pertamanya hingga anak kedua di RSIA Sayang Ibu Batusangkar.
Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap keramahan tenaga medis serta edukasi perawatan bayi yang diberikan selama masa perawatan di rumah sakit.
Pihak rumah sakit juga memberikan kemudahan administratif dengan membantu langsung proses pendaftaran kepesertaan JKN bagi bayinya yang baru lahir.
“Pelayanan seperti ini membuat kami sebagai orang tua merasa dimudahkan dan bisa fokus merawat bayi tanpa harus bingung mengurus administrasi lagi,” imbuhnya.
Selain layanan fisik, Liza menilai pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN sangat praktis untuk memantau status kepesertaan hingga pengambilan antrean secara daring.
“Semua kebutuhan administrasi, informasi, hingga pengaduan layanan JKN terasa lebih praktis berkat Aplikasi Mobile JKN karena bisa diakses dalam satu genggaman selama 24 jam,” jelasnya.
Liza kini mengajak masyarakat luas untuk senantiasa memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif agar akses layanan kesehatan tidak terhambat saat dibutuhkan.






