Nusantara

Ledakan Lebanon: Kronologi, Tanggapan Dunia, dan Dampak

1361
×

Ledakan Lebanon: Kronologi, Tanggapan Dunia, dan Dampak

Sebarkan artikel ini
Kronologi Ledakan Beirut: Tanggap Global dan Dampak Mengerikan

Ribuan Pager dan Walkie-Talkie Meledak di Lebanon, Hizbullah Dituduh Disabotase Israel

Ribuan pager dan walkie-talkie yang digunakan oleh anggota Hizbullah di Lebanon dan Suriah meledak secara massal, menewaskan puluhan orang dan melukai ribuan lainnya. Israel diduga berada di balik sabotase ini.

Dugaan Sabotase Israel

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, mengomentari insiden tersebut, menyatakan bahwa “pusat gravitasi” perang telah bergeser ke Lebanon utara, di mana bentrokan antara Israel dan Hizbullah sering terjadi.

Asal Muasal Pager

Hizbullah diketahui telah memesan 5.000 pager dari perusahaan Taiwan, Gold Apollo. Ribuan pager yang meledak dilaporkan telah dimodifikasi oleh mata-mata Israel selama proses produksi.

Bantahan Jepang

Walkie-talkie yang meledak di Lebanon memuat label ICOM, sebuah perusahaan Jepang. ICOM membantah terlibat dalam sabotase dan menyatakan bahwa model yang terlihat dalam gambar ledakan sudah tidak diproduksi sejak 2014.

Alasan Hizbullah Menggunakan Pager

Hizbullah telah menggunakan pager sebagai alat komunikasi selama bertahun-tahun karena teknologi ini lebih tahan terhadap pengawasan elektronik Israel. Pager tidak menggunakan jaringan internet dan hanya beroperasi pada gelombang radio.

Respons Amerika Serikat

Amerika Serikat (AS) membantah terlibat dalam ledakan massal dan mendesak Iran untuk menahan diri, karena Duta Besar Iran di Beirut juga turut terluka. AS mengutuk penyerangan tersebut dan menganggap Hizbullah sebagai target sah.

Kecaman dari Rusia dan Turki

Rusia mengutuk keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan Lebanon dan tantangan terhadap hukum internasional. Turki secara terang-terangan menuduh Israel melakukan eskalasi perang dari Gaza ke Lebanon.

Kecaman dari Belgia

Wakil Perdana Menteri Belgia, Petra de Sutter, mengutuk serangan tersebut, menyebutnya sebagai “serangan teror besar-besaran” dan mendesak penyelidikan internasional.

Pernyataan:

* “Pusat gravitasi bergerak ke utara, sumber daya sedang dialokasikan.” – Yoav Gallant, Menteri Pertahanan Israel
* “Tidak mungkin bom dapat diintegrasikan ke dalam salah satu perangkat kami selama proses pembuatan.” – Yoshiki Enomoto, Direktur ICOM
* “Saya dapat memberi tahu Anda bahwa AS tidak terlibat di dalamnya.” – Matthew Miller, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS
* “Apapun yang terjadi, jelas akan menyebabkan peningkatan ketegangan.” – Dmitry Peskov, Juru Bicara Kremlin

Artikel ini disadur dari Kronologi Lengkap Teror Ledakan di Lebanon, Dunia Buka Suara