PemerintahRanah

Padang Jajaki Sistem Pengelolaan Sampah Pintar Berbasis IoT dengan UNES

180
×

Padang Jajaki Sistem Pengelolaan Sampah Pintar Berbasis IoT dengan UNES

Sebarkan artikel ini

Tawaran ini diajukan dalam upaya membantu Pemko Padang mengatasi permasalahan sampah yang semakin kompleks.

padang-jajaki-sistem-pengelolaan-sampah-pintar-berbasis-iot-dengan-unes
Padang Jajaki Sistem Pengelolaan Sampah Pintar Berbasis IoT dengan UNES

Padang – Universitas Eka Sakti (UNES) menawarkan solusi pengelolaan sampah berbasis Internet of Things (IoT) kepada Pemerintah Kota (Pemko) Padang.

Tawaran ini diajukan dalam upaya membantu Pemko Padang mengatasi permasalahan sampah yang semakin kompleks.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima langsung perwakilan UNES di kediaman resminya pada Kamis (3/7/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Fadly Amran menyampaikan bahwa Pemko Padang saat ini fokus pada pengendalian sampah terpadu.

“Saat ini, kami fokus pada pengendalian sampah terpadu. Kota Padang menghasilkan sekitar 750 ton sampah per hari. Ini angka yang signifikan dan membutuhkan solusi inovatif,” ujarnya.

Fadly Amran menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi volume sampah, termasuk program Bank Sampah, budidaya maggot untuk limbah organik, dan dorongan kepada ASN untuk menjadi nasabah Bank Sampah.

Namun, ia mengakui bahwa upaya-upaya tersebut belum memberikan hasil yang optimal.

“Kami butuh pendekatan yang lebih pintar dan modern, termasuk edukasi masyarakat agar memilah sampah sebelum diserahkan kepada Lembaga Pengelola Sampah (LPS). Inilah konsep smart waste management yang kami dorong,” jelasnya.

Selain digitalisasi, Fadly Amran menekankan pentingnya edukasi langsung kepada masyarakat. Pemko Padang berencana menggencarkan program pemilahan sampah melalui lomba-lomba berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, RT/RW, hingga masyarakat umum.

Lebih lanjut, Fadly Amran menambahkan, Pemko Padang juga berencana membangun TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle), fasilitas RDF (Refuse-Derived Fuel), serta menambah armada becak motor (bentor) untuk mendukung distribusi sampah dari permukiman ke TPS.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNES memaparkan bahwa sistem pengelolaan sampah berbasis IoT yang mereka tawarkan merupakan sistem digital terintegrasi dari hulu ke hilir.

Ia menerangkan, sistem ini memungkinkan pemantauan aktivitas masyarakat, mulai dari proses pemilahan sampah, penjemputan, pengiriman ke bank sampah, hingga pencatatan data secara otomatis.

“Dengan sistem ini, kami dapat memantau aktivitas masyarakat, mulai dari proses pemilahan sampah, penjemputan, pengiriman ke bank sampah, hingga pencatatan data secara otomatis. Semuanya terpantau melalui satu aplikasi digital yang juga berfungsi sebagai sarana edukasi,” terangnya.

Aplikasi ini juga memungkinkan pelacakan data secara real time mengenai volume sampah yang dikelola, jumlah nasabah bank sampah, serta memantau efektivitas pengumpulan dan pemilahan sampah.

Sekretaris LPPM UNES memungkasi, melalui sistem ini, UNES ingin mengintegrasikan pengelolaan sampah mulai dari rumah tangga, bank sampah, LPS, hingga ke TPS dan TPA.

“Melalui sistem ini, kami ingin mengintegrasikan pengelolaan sampah mulai dari rumah tangga, bank sampah, LPS, hingga ke TPS dan TPA. Ini merupakan kontribusi UNES dalam mendukung implementasi Smart City di Kota Padang,” pungkasnya.