Ranah

Pemprov Sumbar Bangun Jembatan Bailey, Akses Jalan Tanah Datar-Sijunjung Kembali Normal

2
×

Pemprov Sumbar Bangun Jembatan Bailey, Akses Jalan Tanah Datar-Sijunjung Kembali Normal

Sebarkan artikel ini
implementasi-dana-tkd-pemprov-sumbar-pulihkan-akses-tanah-datar–sijunjung,-ekonomi-warga-kembali-bergerak
Implementasi Dana TKD Pemprov Sumbar Pulihkan Akses Tanah Datar–Sijunjung, Ekonomi Warga Kembali Bergerak

Tanah Datar – Arus lalu lintas di ruas jalan Sitangkai-Tanjung Ampalu, perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Sijunjung, akhirnya kembali pulih pasca-bencana banjir bandang 20 Mei 2026.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menuntaskan pembangunan Jembatan Bailey sebagai solusi darurat untuk memutus masa isolasi warga selama satu setengah bulan terakhir.

Struktur jembatan sepanjang 42 meter dengan lebar 4,2 meter ini telah dibuka untuk mobilitas warga sejak 9 Juli 2026.

Infrastruktur ini mampu menahan beban kendaraan hingga 20 ton guna mendukung kelancaran distribusi logistik.

Kepala UPTD Workshop dan Peralatan Dinas BMCKTR Sumbar, Mitra Hengki, menjelaskan bahwa proyek ini menyerap anggaran hingga Rp4,9 miliar dari dana Transfer ke Daerah (TKD).

Biaya tersebut mencakup pengadaan rangka jembatan sebesar Rp4,1 miliar serta pembangunan pondasi tapak senilai Rp800 juta.

Mitra merinci bahwa langkah ini merupakan wujud nyata respons cepat pemerintah dalam penanganan dampak kerusakan infrastruktur pascabencana.

Sebelum jembatan ini hadir, masyarakat di kawasan tersebut harus menempuh jalur alternatif Kumani-Tanjung Bonai Aua dengan tambahan jarak sejauh 20 kilometer.

Keterisolasian tersebut sempat memicu kelumpuhan pada sektor pendidikan, rantai distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi harian.

Wali Nagari Taluk, Pendi Aswil, mengakui sektor perkebunan karet dan peternakan ayam petelur sempat mengalami kelesuan hebat akibat putusnya akses penghubung ini.

Pendi menyambut positif normalisasi jalur tersebut karena roda ekonomi warga setempat kini kembali menunjukkan geliat nyata.

Pelaku UMKM lokal, mulai dari pemilik warung hingga rumah makan, kini bisa kembali melayani pelanggan dengan normal.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan pembangunan Jembatan Bailey merupakan langkah sementara sebelum nantinya membangun jembatan permanen dengan estimasi biaya mencapai Rp25 miliar.

Langkah sigap ini dinilai sebagai kunci krusial dalam memulihkan sendi-sendi kehidupan masyarakat yang sempat terpuruk akibat bencana alam.