Ranah

Event Budaya Lestarikan Adat Minangkabau di Koto Nan Ampek

171
×

Event Budaya Lestarikan Adat Minangkabau di Koto Nan Ampek

Sebarkan artikel ini
payakumbuh-hidupkan-kembali-tradisi-minangkabau-lewat-event-‘batogak-rumah’-di-koto-nan-ampek
Payakumbuh Hidupkan Kembali Tradisi Minangkabau Lewat Event ‘Batogak Rumah’ di Koto Nan Ampek

Payakumbuh – Masyarakat Kenagarian Koto Nan Ampek, Kota Payakumbuh, menggelar kegiatan budaya “Batogak Rumah Manaiakkan Kudo-Kudo” pada Minggu (20/07/2025), sebagai upaya melestarikan adat dan budaya Minangkabau. Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Kenagarian Koto Nan Ampek atas terselenggaranya acara yang menjadi bagian dari program “Satu Nagari Satu Event”.

Elzadaswarman menjelaskan bahwa tema kegiatan ini memiliki makna filosofis mendalam. “Batogak Rumah Manaiakkan Kudo-Kudo” merepresentasikan nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah, serta kepatuhan terhadap norma adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Lebih lanjut, Elzadaswarman menjelaskan, tradisi mendirikan rumah adat bukan hanya tentang membangun fisik bangunan, tetapi juga simbol pembentukan keluarga, penataan masyarakat, dan pelestarian nilai-nilai adat. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya menampilkan pertunjukan budaya, tetapi juga mengukuhkan identitas sebagai bagian dari masyarakat Minangkabau yang kaya akan adat dan tradisi.

Pemko Payakumbuh, bersama Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), KAN se-Kota Payakumbuh, dan Bundo Kanduang, mendukung penuh inisiatif masyarakat dalam mengembangkan potensi nagari. Program Satu Nagari Satu Event bukan hanya wadah pelestarian budaya, tetapi juga sarana promosi pariwisata lokal dan penggerak ekonomi kreatif masyarakat. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua LKAAM Kota Payakumbuh, Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya membangkitkan kembali kelestarian adat di 10 nagari yang ada di Payakumbuh. “Kita berharap, dengan satu event satu nagari ini, adat dan budaya Minangkabau bisa terus dilestarikan untuk masa yang akan datang,” ujarnya pada Minggu (20/07/2025).

Dt. Parmato Alam menambahkan, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi generasi muda nagari untuk menampilkan keterampilan seni dan budaya, serta menjadi wadah bagi UMKM lokal untuk mempromosikan produk-produk mereka. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin baik lagi. “Terima kasih atas dukungan semua pihak,” pungkasnya.