Bandung – Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) memamerkan model pengelolaan hutan berkelanjutan melalui inisiatif bertajuk BUMN Inside: Perhutani – “Menjaga Hutan, Menciptakan Nilai”.
Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada publik mengenai manajemen ekosistem hutan dari hulu hingga hilir.
BP BUMN menekankan bahwa siklus hutan yang terjaga dengan baik merupakan aset vital yang memberikan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan negara.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta meninjau langsung tahapan teknis operasional, mulai dari persemaian bibit, proses penanaman, hingga pemeliharaan kawasan hutan.
Manajemen hutan yang diterapkan mencakup pemanfaatan hasil hutan secara bertanggung jawab serta pengamanan kawasan yang ketat.
Salah satu terobosan strategis dalam program ini adalah pemberdayaan masyarakat lokal melalui penerapan sistem agroforestri kopi.
Inisiatif tersebut terbukti efektif membuka peluang ekonomi baru bagi warga yang bermukim di sekitar area hutan.
Konsep Cipta Hutan Lestari yang diusung Perhutani mengintegrasikan aspek perawatan, perlindungan, dan kesejahteraan sosial dalam satu kesatuan yang utuh.
BP BUMN berkomitmen mendorong perusahaan pelat merah agar tidak sekadar mengejar profit, melainkan juga memperkuat keberlanjutan lingkungan.
Lembaga tersebut menegaskan bahwa orientasi ekonomi harus berjalan beriringan dengan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat.
Sinergi antara kelestarian alam dan kesejahteraan warga menjadi fokus utama dalam setiap program pengelolaan hutan yang dijalankan.
BP BUMN meyakini bahwa keberhasilan menjaga hutan akan berbanding lurus dengan peningkatan taraf hidup masyarakat di sekitarnya.
Prinsip utama yang dipegang teguh adalah ketika hutan terjaga dengan lestari, maka masyarakat akan ikut sejahtera.






