BudayaPemerintahRanah

Payakumbuh Gelar Batanam Ukhi, Lestarikan Adat Minangkabau

182
×

Payakumbuh Gelar Batanam Ukhi, Lestarikan Adat Minangkabau

Sebarkan artikel ini
meriah-dan-penuh-makna,-payakumbuh-gelar-batanam-ukhi-di-satu-event-satu-nagari
Meriah dan Penuh Makna, Payakumbuh Gelar Batanam Ukhi di Satu Event Satu Nagari

Payakumbuh – Prosesi adat Batanam Ukhi yang kaya akan simbol kehidupan dan kesuburan, ditampilkan dalam perhelatan Satu Event Satu Nagari di Kanagarian Payobasuang, Minggu (24/8/2025).

Pemerintah Kota Payakumbuh menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini sebagai wujud pelestarian adat dan budaya Minangkabau.

Acara Batanam Ukhi berlangsung khidmat dengan rombongan pihak bako membawa talam berisi hidangan khas. Kalamai, ladu, ikan paweh, dan gulai pisang batu campur ayam menjadi simbol kehidupan yang dibawa.

Perempuan dari pihak bako mengenakan pakaian adat, berjalan tujuh langkah untuk menancapkan ladiang sebagai simbol kesuburan. Prosesi dilanjutkan dengan babodak di bawah payung dan pembagian botiah kepada anak-anak.

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman dalam sambutannya mengatakan pentingnya pelestarian adat dan budaya di tengah arus modernisasi.

“Pelestarian dan pengembangan adat di nagari harus berlandaskan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah; Adat Salingka Nagari, Syara’ Mangato Adat Mamakai, Alam Takambang Jadi Guru,” ujarnya.

Elzadaswarman menambahkan, Pemerintah Kota Payakumbuh memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan adat melalui penguatan lembaga adat seperti LKAAM, KAN, dan Bundo Kanduang, termasuk dukungan anggaran agar tradisi ini tetap lestari. Ia menegaskan bahwa prosesi Batanam Ukhi merupakan warisan budaya khas Payobasuang yang perlu dijaga bersama.

Elzadaswarman berharap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap simbol adat dapat tertanam dalam diri generasi muda.

“Kami ingin anak nagari semakin mencintai adatnya sendiri. Prosesi ini bukan sekadar seremonial, tetapi upaya menanamkan akhlak, etika, serta memperkuat identitas budaya,” katanya.

Lebih lanjut, Elzadaswarman menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan rang mudo menjadi kunci untuk menjadikan Payakumbuh sebagai kota beradat sekaligus destinasi wisata budaya yang bernilai ekonomi.

Acara ditutup dengan makan bajamba yang mempererat tali silaturahmi. Warga terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari prosesi adat hingga pertunjukan seni budaya.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua DPRD Hurisna Jamhur, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Yunida Fatwa, Ketua GOW Ny. Rosmayeni Elzadaswarman, Ketua LKAAM YB Dt. Parmato Alam, Ketua Bundo Kanduang Kota Payakumbuh, Camat Payakumbuh Timur, KAN 10 Nagori se-Kota Payakumbuh, Bundo Kanduang se-Kota Payakumbuh, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, tokoh masyarakat, hingga generasi muda Payobasuang.

Pemerintah Kota Payakumbuh berharap kegiatan Satu Event Satu Nagari akan terus menjadi wadah bagi masyarakat untuk melestarikan adat, memperkuat kebersamaan, dan membuka peluang wisata budaya yang bermanfaat bagi ekonomi nagari.