Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencetak kinerja gemilang di semester I 2025 dengan laba bersih melonjak 240 persen.
Angka ini membawa laba bersih perusahaan mencapai Rp 5,14 triliun.
Kenaikan signifikan ini kontras dengan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana laba bersih hanya mencapai Rp 1,51 triliun.
Lonjakan laba bersih ini didorong oleh peningkatan penjualan bersih yang mencapai 155 persen. Penjualan bersih Antam tercatat sebesar Rp 59,02 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp 23,19 triliun pada semester I 2024.
Direktur Utama Antam, Achmad Ardianto, menyatakan bahwa inovasi, efisiensi operasional, dan disiplin biaya menjadi kunci keberhasilan perusahaan. Strategi ini dinilai mampu menjaga fundamental bisnis tetap kuat dan berkelanjutan.
“Dengan disiplin mengendalikan biaya, mengoptimalkan efisiensi, dan menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar, perusahaan berhasil mempertahankan kestabilan operasional serta tingkat biaya tunai produksi yang kompetitif,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Penjualan domestik mendominasi dengan kontribusi 97 persen atau senilai Rp 57,11 triliun dari total penjualan. Emas menjadi penyumbang terbesar dengan pertumbuhan 163 persen atau Rp 49,54 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 18,83 triliun.
Achmad menjelaskan bahwa penjualan emas Antam didorong oleh kondisi geoekonomi dan geopolitik global, serta strategi bisnis perusahaan yang tepat.
Selain emas, segmen nikel juga menunjukkan kinerja positif. Penjualan produk feronikel dan bijih nikel berkontribusi 13 persen atau sebesar Rp 7,87 triliun dari total penjualan semester I 2025, melonjak 125 persen.
Pertumbuhan aset Antam juga tercatat signifikan, naik 23 persen menjadi Rp 48,38 triliun dari Rp 39,18 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai ekuitas perusahaan juga meningkat menjadi Rp 33,71 triliun dari Rp 29,69 triliun.






