Internasional

Kapal Gaza Lolos dari Israel: Misi Kemanusiaan Terus Berlanjut!

204
×

Kapal Gaza Lolos dari Israel: Misi Kemanusiaan Terus Berlanjut!

Sebarkan artikel ini

Gaza – Sebuah kapal, Marinette, berhasil lolos dari cegatan militer Israel dan melanjutkan pelayarannya menuju Gaza pada Jumat (3/10/2025). Kapal ini merupakan satu-satunya yang tersisa dari armada Global Sumud Flotilla (GSF) setelah serangkaian insiden. Informasi ini diperoleh dari pelacak resmi armada.

Sebelumnya, sebanyak 42 kapal dari armada GSF dicegat secara tidak sah pada Kamis (2/10/2025), dan para penumpangnya ditahan secara ilegal. Namun, kapal Marinette tetap teguh dalam misinya menembus blokade Israel atas wilayah tersebut.

Armada GSF melalui akun Instagram-nya, sebagaimana dilansir *AFP*, menyatakan, “Dunia telah menyaksikan apa yang terjadi ketika warga sipil menantang pengepungan. Namun Marinette tetap berlayar.” Mereka menambahkan, “Kapal itu memahami nasib saudara-saudaranya di laut. Kapal itu tahu apa yang menanti. Namun, Marinette menolak untuk berbalik arah.”

Armada GSF memulai pelayaran bulan lalu dengan puluhan kapal yang membawa politisi dan aktivis, termasuk Greta Thunberg.

Tujuan mereka adalah Gaza, wilayah Palestina yang tengah dilanda krisis kemanusiaan dan kelaparan parah akibat serbuan serta blokade Israel.

Israel mulai melakukan pencegatan terhadap armada GSF sejak Rabu (1/10/2025).

Seorang pejabat Israel pada Kamis (2/10/2025) mengatakan bahwa kapal-kapal yang mengangkut lebih dari 400 orang itu telah mereka cegah memasuki wilayah pesisir tersebut.

Gelombang Protes Global

Pencegatan terhadap armada GSF memicu gelombang protes global. Di Barcelona, Spanyol, sekitar 15.000 orang turun ke jalan pada Kamis (2/10/2025). Massa meneriakkan slogan-slogan seperti “Gaza, kamu tidak sendiri”, “Boikot Israel”, dan “Palestina Merdeka”.

Ratusan orang juga berkumpul di depan parlemen Irlandia di Dublin. Miriam McNally, seorang warga Irlandia yang putrinya ikut berlayar bersama armada GSF, menyatakan kecemasannya. Aksi solidaritas serupa turut berlangsung di berbagai kota seperti Paris (Prancis), Berlin (Jerman), Den Haag (Belanda), Tunis (Tunisia), Brasilia (Brasil), dan Buenos Aires (Argentina).

Situasi di Gaza

Sementara itu, situasi di Gaza semakin memburuk. Otoritas pertahanan sipil dan rumah sakit di Gaza melaporkan serangan udara Israel pada Kamis (2/10/2025) menewaskan sedikitnya 52 orang.

Salah satu korban adalah staf dari organisasi medis Doctors Without Borders. Konflik yang telah berlangsung hampir dua tahun ini bermula dari serangan kelompok Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Menurut data resmi Israel yang dihimpun *AFP*, serangan tersebut menewaskan 1.219 orang, dengan sebagian besar korban adalah warga sipil.

Sebagai balasan, kampanye militer Israel telah mengakibatkan kematian 66.225 warga Palestina di Gaza, mayoritas di antaranya adalah warga sipil, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas.