Padang – Universitas Andalas (Unand) memperkuat kolaborasi strategis dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Agam untuk meningkatkan efektivitas mitigasi bencana serta tata kelola pemerintahan.
Kesepakatan formal tersebut ditandatangani di sela-sela perhelatan The 5th International Conference on Disaster Management (ICDM) 2026 di Convention Hall Unand, Selasa (29/9).
Bupati Agam, Benni Warlis, secara resmi mengikat komitmen kerja sama yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Langkah serupa juga diambil Pemerintah Provinsi Sumatera Barat guna mengoptimalkan riset dan pengabdian masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Yozawardi, menekankan urgensi kolaborasi pentahelix yang menyatukan peran pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media.
Ia menuntut agar sinergi ini tidak sekadar menjadi formalitas administratif di atas kertas.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti sebagai sebuah dokumen formal saja,” tegas Yozawardi.
Kemitraan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi riset kolaboratif, penguatan basis data kebencanaan, hingga perumusan kebijakan berbasis sains.
Rektor Universitas Andalas, Eva Yonnedi, menilai ICDM 2026 sebagai momentum krusial untuk memadukan kecanggihan teknologi dengan kearifan lokal dalam menghadapi ancaman bencana.
Ia menekankan bahwa sistem peringatan dini dan pemodelan data tetap membutuhkan dukungan kearifan lokal untuk membangun resiliensi masyarakat yang tangguh.
“Teknologi dapat memberi kita informasi mengenai kapan dan di mana risiko muncul, namun local wisdom membantu kita memahami bagaimana masyarakat merespons, beradaptasi dan membangun resiliensi,” jelas Eva.
Konferensi yang berlangsung hingga 30 September 2026 ini melibatkan pakar dari berbagai perguruan tinggi internasional, BNPB, BMKG, serta Universitas Pertahanan.
Agenda ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi ke-70 Universitas Andalas.
Rektor Unand menaruh harapan besar agar forum ini menghasilkan rekomendasi konkret yang mampu bertransformasi menjadi kebijakan inovatif bagi pengelolaan bencana di masa depan.






