PeristiwaRanah

Keracunan Massal Siswa di Agam, Muhammadiyah Pertanyakan Kompetensi Vendor MBG

189
×

Keracunan Massal Siswa di Agam, Muhammadiyah Pertanyakan Kompetensi Vendor MBG

Sebarkan artikel ini
Yosmeri, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, memberikan keterangan pers terkait dugaan keracunan massal pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Padang, Sumatera Barat.
Yosmeri, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, memberikan keterangan pers terkait dugaan keracunan massal pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Padang, Sumatera Barat.

Padang – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI menuai sorotan tajam.

Muhammadiyah Sumatera Barat (Sumbar) lantang mengkritik dugaan penunjukan vendor tak berpengalaman sebagai penyebab keracunan massal yang menimpa ribuan siswa.

Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Yosmeri, mempertanyakan efektivitas Standar Operasional Prosedur (SOP) yang digembar-gemborkan pemerintah.

“Aneh, program mulia ini justru memakan korban. Apakah SOP hanya formalitas?” ujarnya kepada wartawan, Jumat (3/10/2025) di Padang.

Yosmeri menuding, proyek MBG diserahkan kepada pihak yang tidak kompeten.

Ia menyebut adanya yayasan “seumur jagung” yang belum teruji kapasitasnya, namun ditunjuk sebagai vendor.

Muhammadiyah menekankan, MBG seharusnya fokus pada peningkatan gizi anak-anak Indonesia, bukan sekadar mengejar keuntungan.

“Harus ada evaluasi menyeluruh!” tegas Yosmeri.

Ia mendesak Badan Gizi Nasional melibatkan organisasi masyarakat (Ormas) Islam yang berpengalaman dalam penyediaan makanan bergizi, seperti Muhammadiyah, NU, dan Perti.

“Ormas Islam memiliki rekam jejak panjang. Muhammadiyah contohnya, puluhan tahun menyediakan makanan bergizi untuk ratusan santri di pesantren,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengalaman ini membuktikan bahwa penyediaan makanan bergizi yang aman dan berkualitas bisa terwujud jika ditangani pihak ahli dan berpengalaman.