Ranah

Maigus Nasir Ajak Santri Bentengi Negara, Kokohkan Akhlak

123
×

Maigus Nasir Ajak Santri Bentengi Negara, Kokohkan Akhlak

Sebarkan artikel ini
hari-santri-nasional,-maigus-nasir-ajak-santri-jaga-kedaulatan-dan-akhlak-bangsa
Hari Santri Nasional, Maigus Nasir Ajak Santri Jaga Kedaulatan dan Akhlak Bangsa

Padang – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyerukan kepada para santri untuk terus menjaga kedaulatan dan akhlak bangsa.

Seruan ini disampaikan saat menghadiri apel peringatan Hari Santri Nasional 2025.

Apel akbar tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Perguruan Ar-Risalah, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (22/10/2025).

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, bertindak sebagai pemimpin apel.

Apel ini diikuti oleh perwakilan Kodam XX/TIB, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, pimpinan pondok pesantren, santri, serta unsur Forkopimda Sumatera Barat dan Kota Padang.

Maigus Nasir menekankan Hari Santri sebagai momentum penting mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan RI.

“Mewakili Wali Kota Padang, kami mengucapkan selamat Hari Santri Nasional Tahun 2025,” kata Maigus Nasir.

Ia berharap santri terus menjadi kebanggaan bangsa, generasi berakhlak mulia, serta mampu memberi solusi dan kontribusi nyata menghadapi tantangan generasi emas 2045.

Maigus Nasir juga menegaskan peran santri saat ini tidak hanya menjaga nilai keagamaan.

Namun, juga mengisi kemerdekaan dengan semangat keilmuan, keislaman, dan nasionalisme.

“Pada masa perjuangan, para kiai dan santri berperan penting merebut kemerdekaan. Kini mereka diharapkan mampu menjaga kehormatan dan mengisi kemerdekaan dengan ilmu serta moral,” tambahnya.

Menurutnya, Hari Santri menjadi momentum memperkuat jati diri generasi muda agar tetap menjaga kedaulatan bangsa dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

Apel berlangsung khidmat dan penuh semangat.

Acara ditutup dengan foto bersama serta penanaman pohon di area pesantren, sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan kehidupan.