Ranah

Wabup Dharmasraya Ajak Masyarakat Hentikan Polemik Pernyataan

347
×

Wabup Dharmasraya Ajak Masyarakat Hentikan Polemik Pernyataan

Sebarkan artikel ini
wabup-dharmasraya-leli-arni-minta-polemik-akibat-pernyataannya-di-media-tidak-dibesar-besarkan
Wabup Dharmasraya Leli Arni Minta Polemik Akibat Pernyataannya di Media Tidak Dibesar-besarkan

Dharmasraya – Polemik di Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terkait acara pelantikan pejabat beberapa waktu lalu memasuki babak baru. Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni, akhirnya buka suara.

Leli Arni mengklarifikasi pernyataannya yang sempat menjadi sorotan. Ia mengakui khilaf telah membicarakan masalah internal ke publik.

“Saya waktu itu khilaf. Ini persoalan ‘dapur’ pemerintahan yang tidak seharusnya saya bicarakan di ruang publik,” ujarnya, Selasa (28/10).

Menurut Leli, persoalan ini sebenarnya hanya masalah teknis. Ia menyebut OPD terkait lupa mengundangnya saat pelantikan.

“Tapi, Bupati Annisa sudah menegur Sekda dan BKSDM terkait. Jadi tidak perlu dibesar-besarkan,” imbuhnya.

Leli juga mengungkapkan bahwa Sekretaris Daerah (Sekda) Jasman Rizal telah ditegur oleh Bupati Annisa Suci Ramadhani.

“Pak Sekda telah ditegur oleh bupati. Sebenarnya Sekda juga telah meminta maaf secara langsung kepada saya di hari itu juga usai pelantikan itu,” kata Leli.

Atas polemik yang terjadi, Leli Arni menyatakan siap bertanggung jawab dan berjanji akan membicarakan masalah internal di dalam saja.

“Saya sudah sampaikan ke Bupati Annisa nanti kalau ada hal-hal seperti ini akan saya bicarakan di internal saja, tidak akan saya sampaikan ke luar,” tegasnya.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Jasman, memberikan penjelasan terkait pelantikan enam pejabat struktural dan fungsional yang dilaksanakan pada Jumat (24/10) lalu.

Jasman menegaskan bahwa pelantikan tersebut dilaksanakan atas pelimpahan kewenangan dari Bupati Dharmasraya.

“Memang benar, saya melantik enam pejabat struktural dan fungsional atas pelimpahan kewenangan dari bupati. Namun sama sekali tidak ada maksud untuk tidak memberitahu wakil bupati,” ujar Jasman.

Ia menambahkan, secara aturan, Sekda melantik pejabat sepanjang ada pelimpahan kewenangan oleh bupati, itu dibolehkan dan tidak melanggar aturan.

Jasman juga menjelaskan bahwa kegiatan pelantikan tersebut merupakan agenda dari BKPSDM Dharmasraya yang dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB.

Sebelum acara dimulai, dirinya telah berupaya menemui wakil bupati untuk melaporkan pelaksanaan pelantikan.

“Saya sempat ke ruangan beliau, tapi menurut staf, bu wakil bupati masih ada kegiatan di luar kantor. Karena waktu pelaksanaan sudah dekat dan saya juga harus menghadiri kegiatan lain di Kejaksaan Negeri Dharmasraya, maka pelantikan tetap kami lanjutkan,” jelasnya.

Setelah pelantikan selesai, Jasman berencana menemui wakil bupati untuk melaporkan kegiatan tersebut.

Namun, pada waktu yang hampir bersamaan, wakil bupati telah lebih dahulu datang ke ruangannya.

“Saat itu terjadi sedikit miskomunikasi karena OPD yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pelantikan belum memberi tahu bu wabup,” tuturnya.

Jasman mengaku langsung menegur Plt Kepala BKPSDM yang hadir di tempat, dan sepakat untuk memperbaiki koordinasi agar hal seperti ini tidak terulang lagi.

Sebagai pimpinan pelaksana harian, Jasman menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada wabup atas kekeliruan administratif tersebut.

Ia menegaskan bahwa semuanya telah diselesaikan dengan baik dalam suasana kekeluargaan.

“Saya sudah menyampaikan permohonan maaf kepada bu wabup langsung saat itu. Bu wabup sosok yang bijak dan terbuka. Saya merasa persoalan ini sudah selesai dengan baik,” ujarnya.

Jasman menambahkan, dirinya juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada bupati serta memastikan bahwa hal ini murni bersifat administratif, bukan persoalan substansial atau personal.

“Saya sudah sampaikan kepada Ibu Bupati bahwa ini murni kelalaian administratif di tingkat pelaksana. Saya bertanggung jawab penuh dan sudah menegur OPD terkait untuk menjadi pembelajaran bersama,” katanya.

Lebih jauh, Jasman menjelaskan bahwa bupati selama ini memiliki banyak agenda luar daerah dalam rangka menjemput dana pusat dan memperjuangkan program-program strategis untuk pembangunan daerah.

Karena itu, wakil bupati memiliki peran penting dalam memastikan penyelenggaraan pemerintahan daerah tetap berjalan efektif di dalam daerah.

Menutup pernyataannya, Jasman mengajak semua pihak untuk menyikapi persoalan ini secara bijak dan tetap menjaga semangat kebersamaan dalam membangun daerah.

“Saya kira kita semua sepakat bahwa yang utama adalah menjaga keharmonisan dan saling memahami peran masing-masing. Mari kita fokus pada tugas-tugas besar ke depan untuk kemajuan Dharmasraya,” tutup Jasman.