Ranah

Tanah Datar Pulihkan Akses, Tangani Dampak Bencana Hidrometeorologi

160
×

Tanah Datar Pulihkan Akses, Tangani Dampak Bencana Hidrometeorologi

Sebarkan artikel ini
gerak-cepat-pemkab-tanah-datar-tangani-bencana-hidrometeorologi
Gerak Cepat Pemkab Tanah Datar Tangani Bencana Hidrometeorologi

Tanah Datar – Bencana hidrometeorologi melanda Kabupaten Tanah Datar sejak 24 November 2025, mencapai puncaknya pada 27 November 2025. Ribuan warga mengungsi dan kerusakan infrastruktur meluas.

Sebanyak 7.988 warga terpaksa mengungsi akibat bencana ini. Dampak paling parah dirasakan di Kecamatan Batipuh, Batipuh Selatan, dan X Koto.

Kerusakan permukiman juga signifikan. Data mencatat 34 rumah hanyut, 95 rusak berat, 101 rusak sedang, dan 217 rusak ringan.

Fasilitas umum tak luput dari terjangan banjir. Sebanyak 16 jembatan putus, tiga rusak berat, dan satu rusak ringan. Akibatnya, tiga nagari di Kecamatan Batipuh Selatan sempat terisolir.

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah menetapkan status tanggap darurat.

Langkah cepat diambil dengan membuka dapur umum, posko pengungsian, dan penggalangan donasi.

Distribusi logistik menjangkau daerah-daerah sulit, termasuk wilayah terisolir melalui penyeberangan Danau Singkarak.

Alat berat milik daerah dikerahkan, namun satu unit bahkan hanyut terbawa banjir.

Bantuan alat berat juga datang dari berbagai pihak, termasuk Balai Wilayah Sungai Sumatera Barat dan Hutama Karya Indonesia (HKI).

Fokus utama saat ini adalah membuka akses dan memulihkan konektivitas yang terputus.

Pembersihan jalan dari material banjir terus dilakukan dengan melibatkan TNI, Polri, dan relawan.

Sektor pertanian juga terdampak. Kerusakan irigasi sekunder tercatat 74 titik, irigasi tersier 17 titik, dan lahan sawah terdampak seluas 480,64 hektare.

Dalam proses penanganan bencana, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.

Masa tanggap darurat diperpanjang hingga 17 Desember 2025.

Sebagai upaya pemulihan pascabencana, Pemkab Tanah Datar menyiapkan Hunian Sementara (Huntara) bagi para pengungsi.

Bencana ini berdampak pada 12 kecamatan dan 36 nagari di Tanah Datar.