Ranah

Pesisir Selatan Percepat Pembangunan Jembatan Limau-limau

202
×

Pesisir Selatan Percepat Pembangunan Jembatan Limau-limau

Sebarkan artikel ini
pemkab-pesisir-selatan-percepat-pembangunan-jembatan-limau-limau-pasca-banjir
Pemkab Pesisir Selatan Percepat Pembangunan Jembatan Limau-limau Pasca Banjir

Pesisir Selatan – Lebih dari 600 warga Ngalau Gadang, Bayang Utara, Pesisir Selatan, yang terisolasi akibat jembatan putus kini dapat bernapas lega. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memastikan pembangunan kembali Jembatan Limau-limau yang hancur diterjang banjir bandang.

Kepastian ini menjadi angin segar setelah warga terisolasi selama lebih dari 40 hari.

Putusnya jembatan telah melumpuhkan akses pendidikan, kesehatan, dan perekonomian warga.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pesisir Selatan bersama tim ahli jembatan telah meninjau lokasi pada Senin (5/1/2026).

Survei tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Pesisir Selatan, perwakilan kecamatan, nagari, serta unsur TNI dan Polri.

Pemerintah daerah menyiapkan tiga opsi untuk membuka kembali akses ke Ngalau Gadang.

Opsi tersebut meliputi pembangunan gorong-gorong baja tipe Aramco, jembatan Bailey, dan jembatan gelagar besi tipe IWF.

Jembatan Bailey dan jembatan gelagar besi IWF dinilai sebagai solusi yang paling memungkinkan dan aman untuk segera direalisasikan.

Anggota DPRD Pesisir Selatan, Novermal, menekankan urgensi pembangunan jembatan ini.

“Kondisi Ngalau Gadang sudah lebih dari 40 hari terisolasi. Akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat benar-benar terganggu,” tegasnya.

DPRD Pesisir Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan jembatan, baik dari sisi anggaran maupun pengawasan.

Pemerintah daerah akan berupaya mendapatkan bantuan jembatan Bailey dari pemerintah pusat.

Sebagai alternatif, Sekretaris Daerah menyiapkan pembangunan jembatan gelagar besi IWF dengan memanfaatkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dan dukungan CSR.

Ngalau Gadang merupakan salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir bandang dan tanah longsor pada 27 November 2025.

Bencana tersebut menyebabkan 10 rumah hanyut dan tertimbun longsor, 13 rumah terancam longsor susulan, dan 120 rumah warga terisolasi.

Saat ini, warga dan TNI AD baru mampu membangun jembatan darurat yang hanya bisa dilalui sepeda motor.

Pemerintah daerah dan DPRD sepakat bahwa pembangunan jembatan permanen sangat mendesak untuk mencegah kondisi sosial, pendidikan, dan perekonomian warga semakin terpuruk.