BeritaEkonomiRanah

Pemerintah Reaktivasi Jalur Kereta Api Sumatera Barat Mulai Oktober 2026

52
×

Pemerintah Reaktivasi Jalur Kereta Api Sumatera Barat Mulai Oktober 2026

Sebarkan artikel ini
andre-rosiade:-pemerintah-prabowo-mulai-reaktivasi-jalur-ka-sumbar-akhir-oktober-2026
Andre Rosiade: Pemerintah Prabowo Mulai Reaktivasi Jalur KA Sumbar Akhir Oktober 2026

Padang – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menetapkan target ambisius untuk menghidupkan kembali jalur kereta api bersejarah di Sumatera Barat pada akhir Oktober 2026.

Proyek strategis ini dijadwalkan meluncur pada 21 hingga 22 Oktober 2026 dengan menyasar total lintasan sepanjang 248,5 kilometer.

Anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Andre Rosiade, menyambut positif rencana tersebut sebagai kabar gembira bagi seluruh masyarakat Ranah Minang.

Ia menilai langkah ini sebagai bukti nyata komitmen Presiden Prabowo dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi rakyat.

Reaktivasi ini melibatkan sinergi kuat antara Kementerian BUMN dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memulihkan konektivitas antardaerah.

Jalur yang akan diaktifkan kembali mencakup ruas Kayu Tanam-Padang Panjang-Bukittinggi-Limbangan sepanjang 162 kilometer.

Selain itu, pemerintah juga memulihkan ruas Padang Panjang-Batu Tabal sejauh 18 kilometer serta jalur Batu Tabal-Solok sepanjang 34 kilometer.

Rangkaian proyek ini turut menyentuh ruas Solok-Muaro Kalaban sepanjang 24 kilometer dan Muaro Kalaban-Sawahlunto sepanjang 4 kilometer.

Andre berharap seluruh persiapan teknis berjalan lancar agar moda transportasi ini segera menjadi tulang punggung mobilitas warga.

Ia menekankan pentingnya kereta api sebagai penghubung utama yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.

Kehadiran moda transportasi berbasis rel ini diproyeksikan menjadi solusi efisien dalam menekan biaya distribusi logistik barang.

Selain sektor logistik, proyek ini diyakini akan memberikan stimulus besar bagi pengembangan pariwisata di sepanjang jalur yang dilalui.

Pemerintah pusat terus mengawal ketat pembangunan ini demi memastikan konektivitas wilayah di Sumatera Barat semakin optimal.