Ranah

TransNusa Implementasikan Teknologi Skywise Airbus untuk Tingkatkan Efisiensi Operasional Penerbangan

40
×

TransNusa Implementasikan Teknologi Skywise Airbus untuk Tingkatkan Efisiensi Operasional Penerbangan

Sebarkan artikel ini
transnusa-gandeng-airbus-skywise,-jadi-maskapai-pertama-di-indonesia-dengan-operasional-berbasis-data
TransNusa Gandeng Airbus Skywise, Jadi Maskapai Pertama di Indonesia dengan Operasional Berbasis Data

Jakarta – TransNusa resmi menjadi maskapai pertama di Indonesia yang mengadopsi ekosistem data terpadu Skywise milik Airbus.

Langkah inovatif ini melibatkan implementasi simultan Skywise Core X2 dan Skywise Fleet Performance+ untuk merombak sistem operasional perusahaan.

Transformasi ini menggeser pola kerja maskapai dari metode pelaporan konvensional yang reaktif menuju manajemen prediktif berbasis data real-time.

Seluruh aspek teknis dan operasional kini terintegrasi dalam satu ekosistem digital yang kohesif.

Group Chief Executive Officer TransNusa, Datuk Bernard Francis, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan.

“Kami beralih ke operasional berbasis data untuk memastikan ketepatan waktu dan keandalan layanan yang lebih tinggi,” ujar Datuk Bernard.

Ia meyakini strategi ini menjadi kunci utama dalam memaksimalkan efisiensi armada sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Head of Region APAC Skywise, Alessandro Luzi, memuji langkah progresif tersebut sebagai terobosan signifikan dalam menyederhanakan alur kerja organisasi.

“TransNusa kini berada di garis depan teknologi penerbangan dengan meninggalkan sistem spreadsheet tradisional menuju arsitektur digital yang canggih,” tegas Alessandro.

Dampak langsung dari digitalisasi ini dirasakan penumpang melalui minimnya gangguan jadwal penerbangan.

Maintenance Control Centre TransNusa kini memiliki visibilitas penuh terhadap kondisi armada berkat integrasi data pesawat secara langsung.

Anomali teknis dapat terdeteksi lebih dini sehingga potensi pembatalan atau keterlambatan akibat kendala mendadak mampu ditekan secara signifikan.

Ekosistem ini juga memangkas durasi pesawat di darat untuk kebutuhan pemeliharaan yang tidak terjadwal.

Ketersediaan armada yang lebih optimal menjamin konsistensi jadwal penerbangan di seluruh jaringan maskapai.

Sistem baru ini bekerja secara mulus dengan perangkat digital eksisting seperti N-Flight Planning, Mission+ FLIGHT, dan Mission+ MAPS.

Sinergi tersebut memastikan pilot, kru darat, dan teknisi memiliki satu sumber data yang sama untuk koordinasi yang lebih presisi.

Efisiensi ini turut berdampak pada optimalisasi aset perusahaan secara menyeluruh.

Berkurangnya insiden Aircraft on Ground (AOG) yang berbiaya tinggi memungkinkan maskapai memaksimalkan jam terbang harian.

Penghapusan data yang terfragmentasi melalui alur kerja otomatis ini memberikan fleksibilitas bagi TransNusa untuk melakukan ekspansi rute secara lebih strategis di masa depan.