Ranah

Indonesia Tidak Khawatir Tarif AS, Perdagangan Iran Kecil

197
×

Indonesia Tidak Khawatir Tarif AS, Perdagangan Iran Kecil

Sebarkan artikel ini
ri-tak-khawatir-ancaman-trump-terbaru
RI Tak Khawatir Ancaman Trump Terbaru

Jakarta – Pemerintah Indonesia menyatakan tidak khawatir terhadap potensi dampak tarif tambahan yang mungkin diterapkan Amerika Serikat (AS) kepada negara-negara yang berbisnis dengan Iran.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, volume perdagangan antara Indonesia dan Iran relatif kecil sehingga ancaman tersebut tidak akan berdampak signifikan.

“Tidak ada kekhawatiran, kita transaksinya tidak besar,” kata Airlangga di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Pernyataan ini merespons pengumuman mantan Presiden AS Donald Trump terkait potensi pengenaan tarif 25 persen bagi negara yang berdagang dengan Iran.

Pengumuman itu disampaikan melalui media sosial pribadinya.

“Berlaku segera, setiap negara yang melakukan bisnis dengan Iran akan dikenakan tarif sebesar 25 persen atas semua transaksi bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat. Perintah ini bersifat final dan mengikat,” tulis Trump.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan total perdagangan Indonesia-Iran pada 2023 mencapai US$ 206,9 juta.

Angka ini mengalami penurunan sebesar 19,31 persen dalam lima tahun terakhir.

Ekspor Indonesia ke Iran tercatat sebesar US$ 195,1 juta, sementara impor dari Iran mencapai US$ 11,7 juta.

Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan Iran sebesar US$ 183,4 juta.

Sementara itu, Kedutaan Besar Virtual AS di Iran mengeluarkan imbauan kepada warganya untuk segera meninggalkan Iran.

Imbauan ini dikeluarkan seiring meningkatnya aksi protes di Iran yang berpotensi menjadi kerusuhan.

Kedubes AS juga melaporkan adanya pembatasan akses internet dan gangguan transportasi di Iran.