Lubuk Basung – Pemerintah Kabupaten Agam menggenjot percepatan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat.
Langkah strategis ini mengacu pada hasil Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara virtual, Selasa (8/9).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Agam, Ofrizon, menegaskan komitmen daerah dalam mematangkan skema hunian yang aman bagi masyarakat terdampak.
Pemerintah pusat telah meresmikan tiga skema pembangunan melalui Kepmendagri Nomor 300.2.8-168 Tahun 2026.
Opsi pertama mencakup Huntap insitu, yakni perbaikan rumah di lokasi asal yang telah dinyatakan aman oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Skema kedua berupa Huntap eksitu mandiri yang memungkinkan warga membangun hunian baru secara swadaya dengan tetap memperhatikan peta kawasan rawan bencana.
Pilihan ketiga adalah Huntap eksitu terpusat atau komunal yang dikelola langsung oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama mitra strategis.
Kabupaten Agam menjadi salah satu fokus utama dalam target pembangunan 1.252 unit hunian relokasi terpusat di Sumatera Barat.
Sebanyak 280 unit hunian akan didirikan di Padang Mardani, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, melalui Paket 3 Relokasi Terpusat.
Proyek di kawasan Padang Mardani tersebut ditargetkan tuntas sepenuhnya pada November 2026.
Tambahan 160 unit hunian melalui program CSR Buddha Tzu Chi kini sedang memasuki tahap identifikasi lahan.
Kecamatan Palembayan juga mendapatkan alokasi 80 unit hunian di Desa Gumarang dengan memanfaatkan lahan milik Dinas Perikanan Provinsi Sumatera Barat.
Seluruh rangkaian rehabilitasi ini didukung penuh oleh anggaran Kementerian PKP dengan total nilai mencapai Rp2,218 triliun.
Pemerintah Kabupaten Agam kini memprioritaskan penyelesaian administrasi serta pembebasan lahan guna memastikan kelancaran proses konstruksi di lapangan.
Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menyediakan hunian layak dan aman bagi warga yang terdampak bencana.






