Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengerahkan 510 mahasiswa Politeknik Statistika STIS untuk mendata dampak bencana di Sumatera. Para mahasiswa akan diterjunkan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Penugasan mahasiswa ini akan dimulai pada Rabu, 14 Januari 2026. Mereka akan bertugas selama dua pekan.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa ini adalah kali pertama mahasiswa politeknik diterjunkan langsung ke lokasi bencana untuk praktik kerja lapangan (PKL).
“Statistik kebencanaan yang mereka kumpulkan bukan sekadar angka, tetapi ini akan memberikan makna terhadap intervensi kebijakan yang berbasis data sehingga bisa lebih tepat,” ujar Amalia di Politeknik Statistika STIS, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Selain mahasiswa, BPS juga mengirimkan 50 personel tambahan. Mereka terdiri dari pegawai BPS dan sivitas akademika politeknik.
Wakil Kepala BPS, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menjelaskan bahwa pendataan akan mencakup lima sektor utama.
Sektor-sektor tersebut meliputi perumahan, infrastruktur desa, sektor sosial (fasilitas sekolah, kesehatan, dan keagamaan), sektor ekonomi (pasar, toko, dan sawah), serta kantor pemerintahan.
Sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026, Kepala BPS ditugaskan menjadi koordinator pengelolaan data dalam Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.
Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai ketua Satgas Rehabilitasi Pascabencana.
Pekan lalu, tim satgas menggelar rapat bersama DPR di Banda Aceh. Tito menyampaikan bahwa satgas menyiapkan berbagai program bantuan dengan prioritas pengurangan pengungsi.






