Jakarta – Pemerintah menargetkan kawasan Meikarta sebagai salah satu lokasi strategis untuk pembangunan rumah susun (rusun) subsidi.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Menteri PKP) Maruarar Sirait menyatakan hal tersebut usai rapat di Kementerian Hukum, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
“Ya, tadi kami sudah bahas,” ungkap Maruarar.
Maruarar menjelaskan, pihaknya telah meminta data lokasi potensial di perkotaan dari Perumnas dan pengembang swasta.
“Tadi saya sudah minta data dari Perumnas ada di mana aja, dari pengembang-pengembang swasta punya lokasi di perkotaan di mana aja. Salah satunya di Meikarta,” jelasnya.
Kementerian PKP akan mengundang kembali para pengembang rusun subsidi dan pemangku kepentingan terkait untuk membahas rencana pembangunan rusun subsidi lebih lanjut.
“Rabu malam saya undang lagi ke kantor (Kementerian PKP) jam sembilan malam. Kita lihat kesiapannya ya. Salah satunya di Meikarta,” imbuhnya.
Kementerian PKP berencana menerapkan dua konsep untuk rusun subsidi di perkotaan, yaitu rumah susun sederhana milik (rusunami) dan rumah susun sewa (rusunawa).
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati menyatakan, pihaknya akan membahas kedua konsep tersebut dengan para pengembang, asosiasi pengembang, dan pemangku kepentingan terkait.
Salah satu kendala utama pembangunan hunian di perkotaan adalah tingginya harga tanah, yang menyebabkan pembangunan perumahan tapak menjadi sulit.
Kementerian PKP tengah mengkaji penyebab aturan yang ada tidak dapat dilaksanakan dan meninjau harga yang dapat dibiayai oleh Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Kementerian PKP telah menyusun konsep rusun subsidi dan saat ini dalam proses pembahasan dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil dapat diimplementasikan dengan baik.






