Ranah

Rupiah Melemah: Belanja Negara dan Geopolitik Menekan

220
×

Rupiah Melemah: Belanja Negara dan Geopolitik Menekan

Sebarkan artikel ini
rupiah-melemah-terhadap-dolar-as-pada-perdagangan-sore-ini
Rupiah Melemah terhadap Dolar AS pada Perdagangan Sore Ini

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mengalami tekanan pada perdagangan hari Kamis (12/2/2026). Rupiah menyentuh level Rp 16.828 per dolar AS.

Pelemahan ini dipicu oleh kombinasi faktor internal dan eksternal yang membebani mata uang Garuda.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, menjelaskan bahwa rupiah melemah 42 poin dari posisi sebelumnya yang berada di Rp 16.786 per dolar AS.

Ibrahim memprediksi pergerakan rupiah akan fluktuatif pada perdagangan selanjutnya, dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp 16.820 hingga Rp 16.850.

Faktor domestik yang menjadi sorotan adalah membengkaknya belanja negara serta tingginya kewajiban pembayaran utang pemerintah.

APBN 2026 mencatat belanja negara mencapai Rp 3.842,7 triliun, meningkat signifikan sebesar Rp 391,3 triliun dibandingkan realisasi belanja pada tahun 2025.

Belanja pemerintah pusat mendominasi dengan angka Rp 3.149,7 triliun, di mana alokasi terbesar diperuntukkan bagi pembayaran bunga utang, mencapai sekitar 19 persen.

Selain itu, anggaran juga dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 8,51 persen, Kementerian Pertahanan dan TNI sebesar 5,94 persen, serta Polri sebesar 4,63 persen.

Pemerintah menetapkan defisit anggaran sebesar Rp 689,14 triliun, setara dengan 2,68 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Ibrahim menyoroti rasio pembayaran pokok dan bunga utang terhadap penerimaan negara (debt service ratio/DSR) yang diperkirakan akan menembus angka 40 persen. Angka ini jauh melampaui batas aman internasional yang berada di kisaran 30 persen.

Dari sisi eksternal, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut memberikan dampak negatif terhadap stabilitas politik dan perdagangan di kawasan Timur Tengah, yang kemudian mempengaruhi pergerakan rupiah.