Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat pelayanan masyarakat dengan melantik Tim Pembina Posyandu, Pengurus P2TP2A, Tim Penggerak PKK, serta TP Posyandu Kecamatan se-Kota Payakumbuh.
Pelantikan ini berlangsung di Aula Josrizal Zein, Balai Kota, Kamis (12/02/2026) dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta.
Momentum ini juga menandai peluncuran Posyandu enam Bidang SPM dan Pekan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026.
Zulmaeta menegaskan, pelantikan ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Kami berharap Tim Pembina mampu mendorong inovasi pelayanan, meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, serta menjadi motor penggerak partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.
Posyandu kini berkembang melayani enam bidang, meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, dan sosial.
Peluncuran Posyandu enam Bidang SPM dan Pekan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan komitmen bersama.
Tema yang diusung adalah “Posyandu Hebat, Keluarga Kuat, Sumatera Barat Sehat.”
Wali Kota juga menyoroti peran penting P2TP2A dalam melindungi perempuan dan anak.
Data tahun 2025 menunjukkan P2TP2A menangani 33 kasus anak dan 24 kasus perempuan, didominasi KDRT, kekerasan seksual, dan penelantaran.
Ketua TP PKK Kota Payakumbuh, Eni Zulmaeta, menambahkan Posyandu adalah garda terdepan pelayanan berbasis masyarakat dan titik temu pemerintah dengan masyarakat.
“Keberhasilan Posyandu tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan dan kader, tetapi juga dukungan lintas sektor serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Eni menyoroti data kasus tahun 2025 yang menunjukkan tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Data ini menjadi alarm bagi kita semua. Pencegahan harus diperkuat melalui edukasi, sosialisasi, dan penguatan ketahanan keluarga. Kita tidak boleh lengah,” pungkasnya.






