EkonomiRanah

Harga Pangan Meroket, Kemendag Lakukan Koordinasi Stabilkan Pasar

118
×

Harga Pangan Meroket, Kemendag Lakukan Koordinasi Stabilkan Pasar

Sebarkan artikel ini
mendag-beberkan-harga-sejumlah-bahan-pokok-yang-masih-mahal
Mendag Beberkan Harga Sejumlah Bahan Pokok yang Masih Mahal

Jakarta – Harga sejumlah komoditas pangan terpantau mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadan. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyoroti kenaikan harga minyak goreng, telur ayam, dan cabai rawit merah.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan, beberapa harga komoditas pangan telah melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Pernyataan ini disampaikan di kompleks Kemendag, Rabu (18/2/2026).

Data Kemendag per 13 Februari 2026 menunjukkan, harga rata-rata nasional Minyakita mencapai Rp 16.020 per liter. Angka ini melampaui HET yang ditetapkan sebesar Rp 15.700 per liter.

Kenaikan juga terjadi pada harga telur ayam. Secara nasional, harga telur ayam mencapai Rp 30.750 per kilogram, melebihi harga acuan penjualan Rp 30.000 per kilogram yang ditetapkan sejak 9 Februari 2026.

Harga cabai rawit merah mencatatkan rata-rata nasional Rp 73.609 per kilogram. Harga ini jauh di atas harga acuan pembelian yang berkisar antara Rp 40.000 hingga Rp 57.000 per kilogram.

Kemendag telah berkoordinasi dengan asosiasi pengusaha cabai rawit merah. Koordinasi ini dilakukan untuk mengatasi kenaikan harga cabai yang dipicu oleh cuaca hujan yang mengganggu distribusi. Meski demikian, Kemendag memastikan pasokan cabai rawit merah aman.

Untuk menstabilkan harga, Kemendag meminta pasar yang menjual dengan harga tinggi untuk memperhatikan aspek distribusi.

Selain itu, Kemendag juga berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain dan pemerintah daerah untuk memantau pergerakan harga pangan.

“Supaya tidak ada harga-harga yang naik. Kalaupun itu naik, kita cari masalahnya apa,” tegas Budi Santoso.

Kemendag berharap harga Minyakita akan berangsur turun dengan adanya aturan baru. Aturan ini mewajibkan produsen memasok minimal 35 persen produksi untuk program minyak murah.