Jakarta – Pasca-merger, XLSmart mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan hingga 63 persen menjadi Rp3 triliun pada tahun 2025.
Kinerja positif ini didorong oleh pendapatan dari layanan data dan digital yang mendominasi hingga 90 persen dari total pendapatan perusahaan.
XLSmart membukukan total pendapatan sebesar Rp42,5 triliun, melonjak 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya (YoY).
Direktur Utama dan Kepala Eksekutif XLSmart, Rajeev Sethi, menyatakan keberhasilan merger dan integrasi yang berjalan lebih cepat dari rencana.
“Target sinergi efisiensi yang lebih besar juga berhasil kami capai,” ujar Rajeev, Rabu (18/2/2026).
Peningkatan average revenue per user (ARPU) juga menjadi sorotan, mencapai Rp44.800 pada kuartal IV 2025, naik dari Rp38.900 pada kuartal sebelumnya.
Total pelanggan XLSmart mencapai 73 juta dengan ARPU campuran Rp39.500.
XLSmart berhasil merealisasikan sinergi US$250 juta (Rp4,2 triliun) di tahun pertama pasca-merger.
Meskipun beban biaya operasional meningkat akibat proses integrasi dan kegiatan operasional yang semakin luas, XLSmart berhasil menjaga stabilitas layanan dan mempertahankan pertumbuhan bisnis.
Utang kotor XLSmart tercatat Rp23,7 triliun, dengan rasio gearing net debt to EBITDA (termasuk finance lease) sebesar 3,38x. Utang bersih tercatat sebesar Rp21 triliun dan perusahaan tidak memiliki utang berdenominasi dollar AS.






