Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan komitmen penuh dalam mendukung implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Cross Border di Korea Selatan yang resmi diluncurkan pada 1 April 2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara yang digagas Bank Indonesia, sekaligus memperluas ekosistem pembayaran digital Indonesia di kancah internasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menegaskan kesiapan BCA dalam mendukung layanan QRIS Cross Border di Korea Selatan. Ia mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang menghadirkan solusi pembayaran yang mudah, cepat, dan efisien bagi masyarakat Indonesia yang melakukan transaksi di luar negeri.
Peluncuran QRIS Cross Border di Korea Selatan merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia dan Bank of Korea. Program ini bertujuan menciptakan sistem pembayaran lintas negara yang lebih efisien dan inklusif, sehingga memudahkan masyarakat Indonesia dalam bertransaksi di luar negeri.
Saat ini, QRIS Cross Border telah diterapkan di lima negara, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan. Bank Indonesia mencatat, hingga awal 2026, total transaksi QRIS lintas negara telah menembus lebih dari 7,6 juta transaksi. Dari jumlah tersebut, 5,9 juta merupakan transaksi inbound dan 1,7 juta transaksi outbound yang dilakukan masyarakat Indonesia di luar negeri.
BCA turut berperan dalam pertumbuhan transaksi QRIS Cross Border. Berdasarkan data penggunaan di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang, volume transaksi QRIS Cross Border yang diproses melalui sistem BCA meningkat 185% secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga akhir Desember 2025. Pada periode yang sama, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp632 miliar, naik 148% YoY.
Hendra Lembong menambahkan, QRIS Cross Border telah mendukung kebutuhan nasabah yang beraktivitas di luar negeri, mulai dari transaksi ritel harian, konsumsi, hingga pembayaran di sektor pariwisata dan gaya hidup. BCA berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperluas layanan digital guna memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang.






