Jakarta – CIA disebut mengandalkan perangkat rahasia futuristik bernama Ghost Murmur untuk melacak sekaligus menyelamatkan pilot F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat yang ditembak jatuh di Iran pada 3 April 2026.
Teknologi itu diklaim bukan sekadar pelacak GPS biasa. Mengutip New York Post, Rabu, 15 April 2026, Ghost Murmur disebut memakai long-range quantum magnetometry yang mampu membaca “sidik jari” elektromagnetik dari detak jantung manusia.
Dengan kemampuan tersebut, tim penyelamat dikatakan bisa menemukan seseorang secara presisi, termasuk bila target bersembunyi di balik beton tebal, reruntuhan, atau bunker bawah tanah yang sulit dijangkau pemindai panas konvensional.
Secara teknis, setiap detak jantung menghasilkan medan magnet yang sangat lemah. Ghost Murmur bekerja dengan menangkap fluktuasi medan magnet itu dari jarak jauh menggunakan sensor kuantum yang sangat sensitif.
Namun, penyadapan sinyal magnetik jantung bukan perkara mudah. Lingkungan sekitar penuh gangguan elektromagnetik, mulai dari kabel listrik hingga mesin kendaraan.
Di sinilah perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence mengambil peran. Sistem AI itu menjadi otak Ghost Murmur untuk memisahkan tanda unik detak jantung pilot dari kebisingan latar belakang secara real-time.
Ghost Murmur dikembangkan divisi Skunk Works milik Lockheed Martin, unit yang dikenal lewat proyek-proyek kedirgantaraan canggih.
Sebelum digunakan dalam operasi penyelamatan, teknologi ini lebih dulu diuji pada helikopter Black Hawk. Saat ini, sistem tersebut juga disebut tengah dipertimbangkan untuk diintegrasikan ke jet tempur F-35.
Operasi itu menargetkan seorang pilot sistem senjata berkode nama “44 Bravo” yang bersembunyi di pegunungan Iran setelah F-15E Strike Eagle yang ditumpanginya ditembak jatuh.
Selama dua hari, pilot tersebut tetap berada di wilayah terpencil sementara pasukan Iran melakukan pencarian intensif. Meski ia mengaktifkan suar pelacak buatan Boeing, lokasi pastinya tetap belum terdeteksi dalam waktu lama.
Kondisi pegunungan dengan interferensi elektromagnetik rendah disebut menjadi peluang ideal untuk peluncuran perdana Ghost Murmur. Meski begitu, pejabat intelijen menilai teknologi ini belum bisa disebut sebagai solusi mutlak.
Sebab, sistem tersebut paling efektif di wilayah terpencil dengan gangguan rendah dan tetap membutuhkan waktu pemrosesan data yang cukup besar.






