Ranah

Bupati Agam Tinjau Tanam Padi Serentak Nasional

68
×

Bupati Agam Tinjau Tanam Padi Serentak Nasional

Sebarkan artikel ini
bangkit-pasca-bencana-,-agam-ikuti-tanam-padi-serentak-nasional-di-25-provinsi
Bangkit Pasca Bencana , Agam Ikuti Tanam Padi Serentak Nasional di 25 Provinsi

Agam – Pemerintah Kabupaten Agam ikut ambil bagian dalam gerakan tanam padi serentak seluas 50.000 hektare yang digelar di 25 provinsi, Kamis (30/4), dengan pusat kegiatan di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya. Program ini menjadi bagian dari langkah nasional memperkuat ketahanan pangan sekaligus mempercepat pemulihan sektor pertanian di daerah terdampak bencana.

Bupati Agam Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah hadir dalam kegiatan tersebut. Sejumlah pejabat juga mengikuti acara secara virtual, di antaranya Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Idha Widi Arsanti, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, serta para kepala daerah dari 25 provinsi.

Kepala Badan PPSDMP Idha Widi Arsanti menjelaskan, gerakan tanam padi serentak itu tersebar di berbagai wilayah, termasuk kawasan optimalisasi lahan (oplah) 2024-2025 dan program cetak sawah rakyat (CSR) 2025. Nagari Koto Kaciak dipilih sebagai salah satu lokasi karena wilayah tersebut terdampak banjir pada 2025.

Ia menegaskan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Karena itu, Kementerian Pertanian terus mempercepat berbagai program untuk meningkatkan produksi pangan, termasuk melalui optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat.

“Kegiatan hari ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan lahan yang telah dioptimalkan dan dicetak dapat segera dimanfaatkan secara maksimal untuk produksi pangan,” ujarnya.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan bencana pada akhir 2025 memberi dampak besar terhadap sektor pertanian di daerahnya. Kerusakan tidak hanya terjadi pada lahan, tetapi juga pada infrastruktur pendukung seperti jaringan irigasi, jalan usaha tani, alat dan mesin pertanian, serta sarana penyuluhan.

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dengan alokasi anggaran APBN sebesar Rp228,2 miliar. Dari total itu, Rp32 miliar dialokasikan khusus untuk perbaikan sawah terdampak bencana.

“Pemerintah provinsi berkomitmen memastikan seluruh program rehabilitasi berjalan tepat sasaran berbasis data, memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan,” kata Mahyeldi.

Bupati Agam Benni Warlis mengatakan gerakan tanam serentak di Kabupaten Agam berjalan berkat dukungan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi. Bantuan sekitar Rp29 miliar telah direalisasikan dalam dua tahap dan disebut menjadi harapan baru bagi pemulihan sektor pertanian pascabencana.

Menurut Benni, dukungan itu sangat berarti bagi masyarakat terdampak untuk mendorong pemulihan ekonomi berbasis pertanian. Ia juga berharap pemerintah pusat dapat menambah bantuan, mulai dari rehabilitasi sawah seluas 200 hektare, perbaikan infrastruktur optimasi lahan, rehabilitasi jaringan irigasi, hingga pembangunan sarana pendukung seperti embung dan dam parit.

Kebutuhan alat dan mesin pertanian juga menjadi perhatian, antara lain excavator mini, hand tractor, cultivator, corn sheller, thresher, dan hand sprayer.

“Kami menaruh harapan besar agar bantuan dari Kementerian Pertanian ini mampu mempercepat pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Agam, sekaligus mengembalikan optimisme para petani dalam meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kementerian Pertanian juga menyerahkan bantuan lanjutan sekitar Rp29 miliar untuk 2026, serta bantuan benih padi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk lahan seluas 550 hektare atau setara 13,75 ton benih kepada Pemerintah Kabupaten Agam.