Ranah

Mahasiswa Kampus Indonesia Manfaatkan AI untuk Belajar

79
×

Mahasiswa Kampus Indonesia Manfaatkan AI untuk Belajar

Sebarkan artikel ini
fenomena-baru!-mahasiswa-mulai-jadikan-ai-partner-diskusi
Fenomena Baru! Mahasiswa Mulai Jadikan AI Partner Diskusi

Jakarta – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kian mengubah cara mahasiswa di Indonesia belajar di kampus. Jika sebelumnya mahasiswa lebih banyak bergantung pada dosen, buku, atau teman, kini AI mulai dipakai sebagai mitra diskusi untuk memahami materi kuliah, mengembangkan ide, hingga melahirkan inovasi dari proses belajar di kelas.

Perubahan itu menunjukkan pola belajar mahasiswa yang ikut bergeser. Teknologi tidak lagi hanya dimanfaatkan untuk mencari jawaban cepat, tetapi juga sebagai ruang eksplorasi gagasan dan pendalaman konsep.

Country Marketing Manager Google Indonesia, Muriel M, mengatakan penggunaan AI di lingkungan kampus tidak sebatas membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akademik. Menurut dia, AI juga mendorong kreativitas dan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.

Muriel menyebut Google terus mengembangkan fitur AI baru untuk mendukung pembelajaran mahasiswa. Sejumlah teknologi yang dimaksud antara lain Veo 3, Lyria, dan NotebookLM.

“Kami ingin melihat mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi AI ini untuk tiga hal. Yang pertama adalah untuk mendorong produktivitas perkuliahan. Itu nomor satu. Nomor dua adalah menciptakan solusi yang reafir di kampus. Ketiga adalah untuk menjadi role model,” kata Muriel dalam acara Inagurasi Google Student Ambassador 2026 di Jakarta.

Salah satu mahasiswa yang memanfaatkan AI sebagai teman diskusi adalah Syahdika Kurnia Azhari atau Dika, mahasiswa Teknik Elektro Politeknik Negeri Medan. Ia sehari-hari mempelajari berbagai hal yang bersifat praktikal, mulai dari rangkaian listrik hingga sistem teknik yang harus diuji langsung.

Selama ini, Dika memandang dunia engineering sebagai bidang yang sepenuhnya fisik dan sangat bergantung pada praktik laboratorium. Namun, pandangannya berubah setelah mengenal Gemini, AI buatan Google.

Bagi Dika, AI bukan pengganti proses belajar utama, melainkan alat bantu untuk memperluas pemahaman. Ia menggunakan Gemini untuk menyusun ide, mengeksplorasi konsep, dan memahami sistem teknik secara lebih menyeluruh.

“AI membantu saya melihat suatu sistem dari perspektif yang lebih luas. Jadi bukan hanya memahami teori, tetapi juga bagaimana konsep itu bisa dikembangkan,” ujar Dika dalam sesi Talkshow Inagurasi Google Student Ambassador 2026 di Jakarta.

Dika juga memanfaatkan Gemini untuk mensimulasikan konsep sistem pengisian daya kendaraan listrik langsung dalam proses belajarnya. Hal yang sebelumnya membutuhkan perangkat lunak khusus kini bisa dieksplorasi lebih cepat dengan bantuan AI.