Dharmasraya – Muhammad Rafa, remaja berusia 13 tahun asal Kenagarian Gunung Selasih, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, masih berjuang melawan penyakit yang dideritanya sejak lahir. Dengan tinggi badan yang belum mencapai 1 meter dan ukuran kepala yang tidak proporsional, Rafa harus menjalani perawatan medis rutin serta bergantung penuh pada keluarga.
Sejak dilahirkan dalam kondisi sakit, Rafa lebih banyak menghabiskan waktu di pangkuan ibunya, Yessi Gusmanti (43), dibanding bermain seperti anak seusianya. Aktivitas hariannya diwarnai obat-obatan, pemeriksaan medis, dan rasa nyeri yang belum mereda.
“Saya hanya ingin Rafa bisa sembuh,” ujar Yessi Gusmanti dengan suara lirih saat didampingi suaminya, Hadi Candra (47), Jumat (9/5/2026) malam.
Yessi mengatakan, anaknya didiagnosis mengidap pengapuran tulang. Kondisi itu membuat Rafa harus menjalani pengobatan ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Jamil Padang setiap tiga bulan sekali.
“Anak kami didiagnosa pengapuran tulang. Setiap tiga bulan sekali, kami harus ke RSUP Dr. M. Jamil Padang untuk berobat,” katanya.
Di tengah upaya pengobatan tersebut, keluarga Rafa juga harus menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat. Biaya pemeriksaan, pengobatan, transportasi ke fasilitas kesehatan, hingga kebutuhan hidup harian terus menumpuk.
Meski demikian, kedua orang tuanya tetap berusaha memberikan perawatan terbaik bagi Rafa. Yessi mengaku tidak pernah menyerah dan terus berharap putranya bisa sembuh serta tumbuh seperti anak-anak lainnya.
Muhammad Rafa pun masih membutuhkan bantuan para dermawan. Uluran tangan sekecil apa pun akan sangat berarti untuk meringankan biaya pengobatan sekaligus menjaga harapan hidup di tengah kondisi tubuhnya yang rapuh.






