EkonomiRanah

Aceh Hadapi Kelangkaan Elpiji Pascabanjir, Harga Melonjak

230
×

Aceh Hadapi Kelangkaan Elpiji Pascabanjir, Harga Melonjak

Sebarkan artikel ini
warga-aceh-sulit-dapatkan-gas-elpiji
Warga Aceh Sulit Dapatkan Gas Elpiji

Aceh – Warga di sejumlah wilayah Aceh kini kesulitan mendapatkan gas elpiji. Kondisi ini terjadi hampir tiga pekan pasca banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh pada akhir November 2025.

Akibat kelangkaan ini, warga terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak sehari-hari.

Rima Kurniati, warga Aceh Besar, mengaku sudah tiga hari terakhir kehabisan elpiji. “Sulit sekali mendapatkan elpiji. Saya sekarang memasak dengan kayu,” ujarnya, Senin (15/12/2025).

Kelangkaan gas ini juga berdampak signifikan pada aktivitas ekonomi masyarakat. Banyak warung makan kecil yang terpaksa tutup karena tidak memiliki pasokan elpiji.

Di Bireuen, harga elpiji 3 kg melonjak drastis hingga mencapai Rp 60 ribu per tabung. Harga ini jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang seharusnya Rp 18 ribu.

Menurut Anas, warga Bireuen, tingginya harga elpiji disebabkan terganggunya jalur distribusi akibat jembatan Lhokseumawe-Bireuen yang belum pulih.

“Untuk tabung elpiji 12 kilogram, harganya bahkan ada yang mencapai Rp 500 ribu,” ungkapnya.

Kondisi yang lebih parah terjadi di Bener Meriah dan Aceh Tengah. Akses ke dua daerah ini belum sepenuhnya terbuka, sehingga pasokan logistik tersendat.

“Di sana bukan langka lagi, tapi memang tidak ada,” kata Anas.

Warga bahkan harus berjalan kaki hingga lima jam ke Bireuen hanya untuk mendapatkan elpiji dan kebutuhan pokok lainnya.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengakui adanya kelangkaan elpiji di sejumlah wilayah Aceh.

Ia menjelaskan bahwa distribusi terhambat karena jalur darat belum pulih sepenuhnya. Pengiriman gas dari Arun, Lhokseumawe, ke Banda Aceh dialihkan melalui jalur laut.

“Sementara jalur darat belum sepenuhnya pulih,” katanya.

Pertamina kini menyiapkan jalur distribusi alternatif melalui laut dengan mengoperasikan dua kapal ro-ro rute Lhokseumawe-Banda Aceh. Perusahaan juga berencana menambah satu kapal lagi.

Selain itu, Pertamina juga menambah pasokan melalui darat dari luar Aceh. Lima truk tangki diberangkatkan dari Dumai dan Jawa Barat menuju Lhokseumawe.

Ega mengimbau masyarakat untuk bersabar hingga distribusi kembali normal. Pertamina juga akan menggelar operasi pasar untuk menekan spekulasi harga.

“Saat ini Pertamina Patra Niaga memprioritaskan pasokan elpiji untuk dapur umum yang melayani masyarakat terdampak bencana,” ujarnya.

Pertamina menargetkan tambahan pasokan ke Banda Aceh mulai meningkat pada 17 Desember 2025.