EkonomiRanah

Adi Soemarmo Intensifkan Pengembangan, Buka Peluang Rute Internasional

424
×

Adi Soemarmo Intensifkan Pengembangan, Buka Peluang Rute Internasional

Sebarkan artikel ini
bandara-adi-soemarmo-buka-peluang-layani-internasional
Bandara Adi Soemarmo Buka Peluang Layani Internasional

Boyolali – Bandara Adi Soemarmo Solo terus berbenah untuk meningkatkan layanan dan konektivitas penerbangan. Statusnya sebagai bandara internasional kembali menjadi modal utama.

Penguatan konektivitas penerbangan menjadi kunci utama pengembangan bandara. Hal ini disampaikan General Manager InJourney Airports Bandara Adi Soemarmo, Hery Purwanto.

Salah satu langkah strategisnya adalah menjadikan penerbangan umroh sebagai penerbangan reguler, bukan lagi sekadar charter.

“Penerbangan umroh dijadwalkan rutin setiap pekan. Sabtu berangkat, Minggu kembali membawa jamaah yang berangkat minggu lalu,” ujar Hery di Karanganyar, Rabu (17/12/2025).

Hery menilai pasar umroh dari Solo Raya sangat potensial. Animo masyarakat yang tinggi menjadikan Solo Raya sebagai salah satu penyumbang jamaah umroh terbesar di Jawa Tengah.

“Kami melihat animo masyarakat untuk umroh ini tinggi. Jawa Tengah peringkat ketiga terbesar untuk umroh, setelah Jakarta dan Jawa Barat. Sumbernya dari Solo Raya,” ungkap Hery.

Pihaknya membuka peluang bagi maskapai untuk melayani rute internasional. Rute ke Malaysia, Singapura, atau membuka rute baru ke Cina menjadi prioritas.

“Kami punya slot penerbangan hingga 10 slot per jam,” kata Hery.

Menjelang pergantian tahun, Bandara Adi Soemarmo telah membuka Posko Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) sejak 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Posko ini bertujuan memastikan pelayanan optimal bagi pengguna jasa penerbangan, khususnya masyarakat Solo Raya dan sekitarnya.

“Kami ingin memberikan pelayanan terbaik sekaligus mendorong minat masyarakat menggunakan transportasi udara melalui Bandara Solo,” kata Hery.

Jumlah penumpang selama periode Nataru diperkirakan meningkat 4 persen dibandingkan tahun lalu, menjadi sekitar 73.400 penumpang.

Bandara Adi Soemarmo juga mendapatkan tambahan rute domestik baru, yaitu Solo-Bandung dan Solo-Surabaya yang dilayani Wings Air. Citilink juga menambah jam operasional penerbangan selama Nataru.

“Jam operasional normal bandara tetap dari pukul 06.00 hingga 19.00. Namun jika ada kebutuhan extend, kami siap melayani hingga pukul 24.00,” ujar Hery.

Bandara juga menyiapkan fleksibilitas operasional untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan keterlambatan penerbangan.

Sebanyak 257 personel gabungan disiagakan selama periode Nataru untuk menjamin keamanan, keselamatan, dan kelancaran operasional bandara.

Hery menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas pariwisata, serta pelaku industri perhotelan dan kuliner untuk mengoptimalkan potensi Solo Raya sebagai destinasi wisata.

“Bandara adalah pintu masuk. Kalau pelayanannya baik dan daerahnya menarik, orang akan datang dan kembali lagi. Itu yang kami dorong untuk menggerakkan pariwisata dan perekonomian Jawa Tengah,” pungkasnya.