RanahTeknologi

APJATEL Terus Perluas Jaringan Fiber Optik di Tengah Lonjakan Biaya

144
×

APJATEL Terus Perluas Jaringan Fiber Optik di Tengah Lonjakan Biaya

Sebarkan artikel ini
perang-timur-tengah-bikin-biaya-fiber-optik-melonjak
Perang Timur Tengah bikin Biaya Fiber Optik Melonjak

Jakarta – Asosiasi Jaringan Penyelenggara Telekomunikasi (APJATEL) memproyeksikan adanya pembengkakan biaya pembangunan infrastruktur fiber optik sebesar 15 hingga 17 persen akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Meski demikian, asosiasi memastikan seluruh anggota tetap berkomitmen melanjutkan ekspansi jaringan di Indonesia.

Ketua Umum APJATEL, Jerry Mangasas Swandy, menegaskan bahwa pihaknya tetap berpedoman pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 yang mewajibkan penyelenggara jaringan untuk terus melakukan pengembangan infrastruktur.

Jerry menjelaskan, konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memicu lonjakan harga bahan baku utama fiber optik, yakni corning dan High Density Polyethylene (HDPE).

Menurutnya, harga corning melonjak karena material tersebut juga dibutuhkan dalam industri persenjataan. Sementara itu, harga HDPE yang berfungsi sebagai pembungkus kabel fiber optik turut mengalami kenaikan signifikan di lapangan.

Kondisi ekonomi global yang tidak menentu ini diperkirakan akan memengaruhi target capaian pembangunan perusahaan anggota. Sebagai langkah antisipasi, perusahaan kemungkinan akan melakukan penyesuaian target panjang jaringan yang dibangun.

Sebagai ilustrasi, perusahaan yang semula menargetkan pembangunan 50 kilometer jaringan dalam setahun, kini mungkin hanya mampu merealisasikan 10 kilometer akibat tekanan biaya tersebut.

Kendati menghadapi tantangan berat, Jerry memastikan para pelaku usaha akan terus berupaya menjalankan kewajiban regulasi serta komitmen pembangunan jaringan telekomunikasi demi menjaga keberlangsungan infrastruktur nasional.

Jakarta – Asosiasi Jaringan Penyelenggara Telekomunikasi (APJATEL) memproyeksikan adanya pembengkakan biaya pembangunan infrastruktur fiber optik sebesar 15 hingga 17 persen. Kenaikan ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada lonjakan harga bahan baku global.

Ketua Umum APJATEL, Jerry Mangasas Swandy, menjelaskan bahwa meski biaya operasional melonjak, pihaknya tetap berkomitmen melanjutkan ekspansi jaringan sesuai amanat Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021.

“Kondisi saat ini tidak lagi normal. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memicu kenaikan harga bahan baku utama, yakni corning dan High Density Polyethylene (HDPE),” ujar Jerry.

Menurut Jerry, harga corning melambung karena material tersebut juga menjadi komponen vital dalam industri persenjataan. Sementara itu, harga HDPE yang berfungsi sebagai pembungkus kabel fiber optik turut mengalami kenaikan signifikan di lapangan.

Tekanan biaya ini diperkirakan akan memengaruhi target capaian pembangunan perusahaan anggota. Sebagai langkah antisipasi, perusahaan kemungkinan akan melakukan penyesuaian target panjang jaringan yang dibangun.