RanahSosial

Mahyeldi Ajak Seluruh Elemen Perkuat Komitmen Penuhi Hak Anak Sumbar

3
×

Mahyeldi Ajak Seluruh Elemen Perkuat Komitmen Penuhi Hak Anak Sumbar

Sebarkan artikel ini
gubernur-mahyeldi-ajak-semua-pihak-penuhi-hak-anak-sebagai-investasi-menuju-indonesia-emas-2045
Gubernur Mahyeldi Ajak Semua Pihak Penuhi Hak Anak sebagai Investasi Menuju Indonesia Emas 2045

Padang – Alarm bahaya bagi masa depan anak-anak Sumatera Barat resmi berbunyi seiring terungkapnya temuan data kekerasan yang memprihatinkan.

Data survei program PANTAU SUMBAR terhadap 12 ribu responden menunjukkan 21 persen anak pernah mengalami kekerasan.

Mirisnya, ribuan anak saat ini terperangkap dalam jeratan kesepian dan kehilangan harapan, dengan lebih dari seribu di antaranya menunjukkan kecenderungan mengakhiri hidup.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menuntut komitmen nyata dari seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan tren buruk tersebut.

Langkah konkret dinilai menjadi investasi mutlak demi mencetak generasi unggul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kalau kita benar-benar sayang kepada bangsa, negara, dan daerah ini, maka tidak ada pilihan selain mencurahkan perhatian secara maksimal kepada anak-anak kita,” tegas Mahyeldi dalam Festival Anak Sumbar di Istana Gubernuran, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan bertema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” itu diikuti oleh setidaknya 1.500 peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Forum Anak Sumbar menyerahkan 15 poin aspirasi strategis kepada pemerintah.

Daftar tuntutan ini mencakup perlindungan dari perundungan, keamanan ruang digital, penyediaan ruang bermain ramah anak, hingga pencegahan perkawinan usia dini.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat merespons desakan tersebut dengan mengoptimalkan program transportasi sekolah aman serta penguatan Sekolah Rakyat.

Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA RI, Rini Handayani, memuji langkah progresif daerah dalam memberikan ruang partisipasi bagi anak.

Rini menekankan bahwa terciptanya lingkungan tumbuh kembang yang sehat serta bahagia merupakan bentuk tanggung jawab kolektif seluruh pihak.

Sebagai simbol proteksi hak sipil, Gubernur menyerahkan Kartu Identitas Anak sekaligus memberikan apresiasi kepada berbagai tokoh inspiratif.

Sinergi berkelanjutan antara pemerintah, keluarga, dan sektor swasta kini menjadi kunci utama untuk mewujudkan ekosistem yang aman bagi generasi penerus.