Ranah

ASEAN Geser Fokus Startup ke Solusi Berdampak

103
×

ASEAN Geser Fokus Startup ke Solusi Berdampak

Share this article
era-baru-dunia-digital,-solusi-nyata-lebih-dicari-ketimbang-sekadar-viral
Era Baru Dunia Digital, Solusi Nyata Lebih Dicari Ketimbang Sekadar Viral

Jakarta – Ekosistem startup di kawasan ASEAN kini bergerak ke fase baru, dengan fokus yang bergeser dari sekadar valuasi tinggi dan ekspansi cepat menuju solusi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Di tengah persaingan pasar digital yang makin ketat dan ekonomi global yang terus berubah, investor maupun pelaku industri semakin menimbang keberlanjutan model bisnis, efisiensi operasional, dan dampak sosial dari startup.

Perubahan arah itu tercermin dari bertambahnya startup yang membangun layanan dengan tingkat adaptasi tinggi. Perusahaan rintisan yang mampu membaca perubahan perilaku konsumen, menyediakan akses layanan yang mudah, dan menawarkan solusi atas persoalan sehari-hari dinilai lebih berpeluang bertahan dibandingkan startup yang hanya mengandalkan tren sesaat.

Sejumlah startup juga mulai memperluas perhatian ke isu keberlanjutan, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan rantai pasok lokal. Langkah tersebut muncul seiring meningkatnya kebutuhan akan inovasi yang tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi pengguna dan masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi digital di ASEAN memang melahirkan banyak inovasi baru. Namun, peluang itu diiringi tantangan yang tidak kecil, mulai dari akses pendanaan, fragmentasi ekosistem, hingga perbedaan regulasi antarnegara. Kondisi ini membuat kolaborasi lintas sektor dan lintas negara menjadi semakin penting.

Dalam diskusi terbaru mengenai masa depan startup ASEAN, perhatian terhadap inovasi yang berdampak nyata juga mengemuka. Ukuran keberhasilan kini tidak lagi semata-mata ditentukan oleh pertumbuhan bisnis, melainkan juga oleh keberlanjutan akses layanan, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar, dan kontribusi jangka panjang bagi masyarakat.

Pandangan tersebut juga dibahas dalam forum The Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu. Forum itu mempertemukan pelaku industri, investor, dan perwakilan pemerintah ASEAN untuk membahas arah baru inovasi kawasan yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada dampak.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Sonny Hendra Sudaryana, menilai masa depan inovasi ASEAN akan sangat ditentukan oleh konektivitas antarnegeri.

“Ke depan, ASEAN perlu bergerak sebagai ekosistem yang saling terhubung, bukan sebagai pasar yang berjalan sendiri-sendiri. Hal ini membutuhkan koordinasi lebih kuat antara kebijakan, platform ekosistem startup, dan para mitra. Sehingga, para founder startup mampu berkembang lintas negara dengan dukungan dan arah yang jelas,” ujarnya.