Perth – Ilmuwan Australia menemukan spesies lebah baru yang unik dengan tanduk kecil. Lebah ini diberi nama “Lucifer”.
Penemuan ini dilakukan oleh Kit Prendergast dari Curtin University di Australia Barat. Ia menemukan lebah tersebut saat meneliti bunga liar langka di Bremer Ranges.
Keunikan lebah ini terletak pada tanduk kecil yang hanya dimiliki lebah betina. Fungsi tanduk ini masih misteri.
Namun, diduga tanduk tersebut digunakan untuk pertahanan, mengumpulkan serbuk sari, atau membuat sarang.
Prendergast terinspirasi nama “Lucifer” dari serial Netflix. Nama ini juga sebagai pengingat pentingnya melindungi spesies lebah lokal.
“Spesies yang baru ditemukan ini adalah anggota baru kelompok lebah tersebut dalam 20 tahun. Lebah betina memiliki tanduk kecil yang luar biasa pada wajahnya,” ujar Prendergast, dikutip dari BBC, Rabu (12/11/2025).
Nama “Lucifer”, yang berarti ‘pembawa cahaya’ dalam bahasa Latin, menyoroti perlunya pemahaman lebih dalam tentang penyerbukan tanaman langka.
Laporan dalam Journal of Hymenoptera Research menyerukan perlindungan resmi area penemuan lebah dan bunga liar.
“Karena spesies baru ini ditemukan di area kecil yang sama dengan bunga liar yang terancam punah, keduanya dapat berisiko akibat gangguan habitat dan proses mengancam lainnya seperti perubahan iklim,” jelas Prendergast.
Ia menambahkan, perusahaan pertambangan seringkali tidak memasukkan spesies lebah lokal dalam penilaian dampak lingkungan.
“Jadi, kita mungkin kehilangan spesies yang belum terdeskripsikan, termasuk spesies yang memainkan peran penting dalam mendukung tanaman dan ekosistem yang terancam punah,” pungkasnya.






