EkonomiRanah

Bandung Sediakan Ribuan Lowongan Kerja Lewat Job Fair

322
×

Bandung Sediakan Ribuan Lowongan Kerja Lewat Job Fair

Sebarkan artikel ini
job-fair-bandung-2025:-42-perusahaan-buka-10.278-lowongan
Job Fair Bandung 2025: 42 Perusahaan Buka 10.278 Lowongan

Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar Job Fair 2025 di Kiara Artha Park, 19-20 November 2025.

Ada 10.278 lowongan pekerjaan dari 42 perusahaan yang tersedia dalam bursa kerja ini.

Job fair ini menjadi salah satu upaya Pemkot Bandung menekan angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Andri Darusman menargetkan penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 6 persen.

Data BPS Kota Bandung mencatat angka pengangguran pada akhir 2024 sebesar 7,4 persen.

“Insyaallah, melalui berbagai upaya yang kami lakukan bersama para stakeholder, kami ingin terus menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas SDM di Kota Bandung,” ujar Andri, Rabu (19/11/2025).

Andri menjelaskan bahwa job fair terbukti efektif menurunkan angka pengangguran di Kota Bandung.

Pada job fair Juni 2025, tercatat 3.380 pencari kerja hadir dan 1.443 pelamar berhasil diterima bekerja.

Targetnya, minimal 50 persen atau 5.139 pelamar terserap dan mendapatkan pekerjaan di perusahaan dalam maupun luar negeri.

Bursa kerja ini dilaksanakan secara daring.

Pencari kerja cukup memindai kode batang di stan perusahaan untuk mengakses dan melamar lowongan pekerjaan secara langsung.

Bursa kerja ini terhubung dengan aplikasi ketenagakerjaan Kota Bandung, BIMMA (Bandung Integrated Manpower Management Application).

“Aplikasi New BIMMA menyediakan 30 layanan ketenagakerjaan, mulai dari pendaftaran akun Siap Kerja ID, pelatihan kerja, fasilitasi penempatan, hingga layanan hubungan industrial. Semuanya bisa diakses secara online,” jelas Andri.

Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menilai kegiatan ini sebagai momentum penting yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.

“Job fair ini menjadi ajang pertemuan antara perusahaan yang butuh SDM unggul dan para pencari kerja yang memang memerlukan pekerjaan. Sering kali keduanya tidak saling bertemu,” kata Asep.

Asep berharap perhelatan bursa kerja dapat diperluas ke tingkat kecamatan agar lebih banyak warga yang membutuhkan pekerjaan dapat terjangkau informasinya.

“Kalau ekonomi membaik dan perusahaan stabil, jumlah PHK tentu menurun. Di sisi lain, SMK dan lembaga pendidikan harus menyiapkan program sesuai kebutuhan industri, termasuk pariwisata, kuliner, dan perhotelan yang sangat berkembang di Bandung,” pungkasnya.