Padang – Pemerintah Kota Padang terus mendorong pembangunan fasilitas publik yang inklusif dan partisipatif. Salah satu wujudnya adalah peresmian Gedung Serbaguna Medan Nan Bapaneh yang diperuntukkan bagi Forum RT/RW dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara langsung meresmikan gedung tersebut pada Rabu (16/7/2025). Acara peresmian yang berlangsung di samping Kantor Lurah Lubuk Minturun, ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan kunci gedung secara simbolis.
Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta yang telah mewujudkan pembangunan gedung serbaguna ini. “Saya sangat mengapresiasi karena gedung serbaguna ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol kolaborasi dan semangat gotong royong, apalagi berdiri di atas tanah wakaf dari masyarakat. Ini membuktikan bahwa kerja sama yang baik dapat menghadirkan manfaat besar bagi kemaslahatan bersama,” ungkapnya.
Fadly Amran berharap, fasilitas ini dapat menjadi pusat aktivitas warga dalam memperkuat partisipasi dan pembangunan berbasis komunitas di Lubuk Minturun. Ia juga berharap gedung tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai pusat kegiatan masyarakat, baik untuk musyawarah, pengembangan program kemasyarakatan, maupun kegiatan sosial yang mempererat silaturahmi antarwarga.
“Kami berharap fasilitas ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk berkumpul, berdiskusi, dan melahirkan ide-ide positif demi kemajuan lingkungan,” tambahnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Syafrial Kani, tokoh masyarakat dan Ketua DPRD Kota Padang periode 2019-2024, atas dukungannya terhadap pembangunan gedung ini.
Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, para lurah se-Kecamatan Koto Tangah, perwakilan Forum RT/RW dan LPM Kelurahan Lubuk Minturun, serta sejumlah tokoh masyarakat dan unsur terkait lainnya turut hadir dalam acara peresmian tersebut. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan dukungan kolektif terhadap pengembangan fasilitas publik yang inklusif dan partisipatif.






