Jakarta – Pemerintah menargetkan 20 juta penerima Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih. Langkah ini diungkapkan Wakil Menteri Koperasi Farida Fachirah di Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Integrasi data penerima PKH yang dikelola Kementerian Sosial menjadi dasar dari program ini.
Kementerian Koperasi memiliki tugas untuk mensosialisasikan keanggotaan Koperasi Desa Merah Putih kepada masyarakat luas.
“Selama 25 tahun terakhir, koperasi kurang diminati,” ujar Farida, menekankan pentingnya edukasi tentang koperasi.
Presiden Prabowo Subianto, menurut Farida, melihat koperasi sebagai penggerak utama ekonomi Indonesia.
Data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mencatat 1.198.926 orang telah terdaftar sebagai anggota hingga Jumat (7/11/2025).
Saat ini, sekitar 8.000 gerai koperasi sedang dibangun, dengan 1.000 gerai memasuki tahap pembangunan setiap hari, kata Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi.
Modal belanja (capex) untuk setiap Koperasi Desa Merah Putih mencapai Rp 2,5 miliar dari total plafon pinjaman Rp 3 miliar, dengan biaya operasional (opex) Rp 500 juta.
PT Agrinas Pangan Nusantara, dengan bantuan TNI, membangun gerai koperasi menggunakan dana pemerintah yang ditempatkan di Himbara.
“Itu melalui penempatan dana yang sudah dilakukan oleh pemerintah melalui Menteri Keuangan yang Rp 200-216 triliun itu,” jelas Ahmad.
Pemerintah menargetkan pembangunan gerai koperasi selesai pada Maret 2026. Dana Rp 2,5 miliar juga digunakan untuk pembangunan gudang, unit usaha, dan kelengkapan koperasi seperti truk, motor, dan alat produksi.






