EkonomiRanah

Bapanas Percepat SPHP, Jaga Harga Pangan Jelang Ramadan

170
×

Bapanas Percepat SPHP, Jaga Harga Pangan Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini
bapanas-pacu-penyaluran-sphp-beras-dan-jagung
Bapanas Pacu Penyaluran SPHP Beras dan Jagung

Jakarta – Pemerintah bergerak cepat mengamankan pasokan dan stabilisasi harga pangan jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempercepat penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk beras dan jagung.

Langkah ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menyatakan pihaknya telah menyiapkan intervensi untuk menjaga stabilitas pangan pokok strategis.

Pemerintah telah menyetujui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk program SPHP beras dan jagung pakan yang akan dimulai Maret 2026.

Alokasi anggaran untuk program SPHP beras 2026 mencapai Rp4,97 triliun, setara dengan subsidi harga untuk 828 ribu ton beras SPHP.

Sementara itu, program SPHP jagung pakan 2026 mendapatkan alokasi Rp678 miliar dengan target penyaluran 242 ribu ton.

“Ini merupakan angin segar karena target SPHP jagung meningkat drastis hampir lima kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya,” ungkap Maino.

Pada tahun 2025, penyaluran SPHP jagung mencapai 51,2 ribu ton yang menyasar 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi. Program ini dinilai efektif membantu peternak memperoleh pakan dengan harga terjangkau.

Maino menambahkan, program SPHP jagung berperan penting dalam menopang kestabilan harga telur dan daging ayam ras, mengingat jagung merupakan sumber pakan ternak unggas utama di Indonesia.

Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan stabilitas pangan pada Ramadan dan Idul Fitri 2026 akan terjaga, belajar dari pengalaman sukses pengendalian harga saat Natal dan Tahun Baru sebelumnya.

Pengalaman tersebut menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam menjaga pasokan dan distribusi pangan, sehingga masyarakat tidak terbebani lonjakan harga selama hari besar keagamaan.