Ranah

Bapanas Setujui Bulog Gunakan Stok Kemasan SPHP Lama

72
×

Bapanas Setujui Bulog Gunakan Stok Kemasan SPHP Lama

Sebarkan artikel ini
bulog-bisa-pakai-kemasan-sphp-lama-imbas-krisis-plastik
Bulog Bisa Pakai Kemasan SPHP Lama Imbas Krisis Plastik

Jakarta – Badan Pangan Nasional memberi izin kepada Perum Bulog untuk menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan memakai kembali stok kemasan lama periode 2023-2025. Kebijakan ini ditempuh setelah fluktuasi harga bahan baku plastik menghambat proses lelang kemasan beras Bulog.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan langkah tersebut diperlukan agar distribusi beras SPHP bisa dipercepat. “Langkah ini penting dilakukan untuk percepatan distribusi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Ahad, 26 April 2026.

Ketut menjelaskan, gejolak harga plastik membuat lelang kemasan beras Bulog tertunda. Karena itu, Bapanas menyetujui usulan Bulog untuk menggunakan kembali stok kemasan yang masih tersedia dari 2023 hingga 2025.

Ia menyebut ada 12,3 juta lembar kemasan lama yang akan dipakai kembali. Ketut juga memperkirakan harga beras berpotensi naik sekitar Rp300 per kilogram apabila harga plastik terus berfluktuasi.

Dalam penggunaan kemasan lama tersebut, Bapanas meminta Bulog menyesuaikan seluruh informasi pada kemasan agar sesuai dengan kondisi terkini. Penyesuaian itu mencakup mutu beras, harga eceran tertinggi (HET), nama dagang, hingga tanggal kedaluwarsa.

Pembaruan informasi dapat dilakukan melalui penempelan stiker. Bapanas meminta stiker tersebut tidak mudah terlepas, tidak mudah luntur atau rusak, serta ditempatkan pada bagian kemasan yang mudah dilihat dan dibaca dengan jelas.

Ketut juga meminta Bulog menyampaikan pemberitahuan secara luas kepada seluruh pihak terkait mengenai penggunaan kemasan stok 2023-2025 untuk penyaluran beras SPHP tahun ini. Bapanas pun akan menyampaikan rencana tersebut kepada pemerintah daerah dan Satuan Tugas Pangan Polri.

Hingga Maret tahun ini, Bapanas mencatat realisasi penyaluran beras SPHP mencapai 70,01 ribu ton. Adapun realisasi pada awal April hingga 24 April tercatat 78,78 ribu ton, atau melampaui capaian bulan sebelumnya sebesar 12,53 persen.

Kepala Badan Pangan Nasional Amran Sulaiman memastikan cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog sangat besar, sehingga dinilai mampu menjaga inflasi beras tetap lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi beras bulanan pernah mencapai 5,61 persen pada September 2023 dan 5,28 persen pada Februari 2024. Sepanjang 2025, inflasi beras bulanan tertinggi tercatat 1,35 persen pada Juli, sedangkan pada tahun ini inflasi tertinggi terjadi pada Maret sebesar 0,65 persen.